Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Khusus Keraton Solo KP Eddy Wirabhumi.
Klikwarta.com, Solo - Sudah sepekan kasus penyaniaan terhadap tiga anggota persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Persoalan kasus tersebut, ramai informasi di sosial media akan ada massa yang melakukan konvoi di Plaza Manahan, malam ini, Selasa (22/9/2020).
Warga PSHT meminta perkembangan kepada polisi terhadap kasus penganiayaan oleh orang yang tidak dikenal dan mengakibatkan tiga anggota PSHT terluka.
Mendengar hal itu, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Khusus Keraton Solo yang sekaligus Wakil Ketua Advokasi dan Hukum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun KP Eddy Wirabhumi, mengimbau agar anggota PSHT tidak terpancing ajakan turun ke jalan.
"Kepada para anggota agar menyerahkan kasusnya pada pihak kepolisian. Kita memberikan waktu pada pihak yang berwajib untuk mengusut kasus penganiayaan hingga tuntas. Anggota PSHT jangan mudah terprovokasi ajakan di media sosial untuk menghitamkan Solo." ujar KP Eddy Wirabhumi, Selasa (22/9/2020).
Ia juga mengungkapkan, kejadian yang terjadi pada malam hari itu, dengan menggunakan tutup muka tentunya tidak mudah dan memberikan waktu kepada pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. Selain itu, sekarang PSHT semakin besar sehingga harus dijaga dengan baik.
"Mari kita semua tidak boleh ikut-ikut-ikut atau apapun untuk melakukan sesuatu tindakan yang pasti tindakan yang melanggar hukum kita percaya masalah ini, pihak Kepolisian. Jika masih ada yang nekat dan medan yang melanggar hukum menjadi resiko sendiri-sendiri", paparnya.
Pewarta : Kacuk Legowo








