Mewakili Ketua Satgas MBG, Akhmad Helmi Luqman
Klikwarta.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember memastikan seluruh peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan penanganan medis tanpa dipungut biaya.
Kepastian itu disampaikan saat Satuan Tugas (Satgas) MBG meninjau langsung para pasien di Puskesmas Sukorejo, Kamis (16/7/2026).
Mewakili Ketua Satgas MBG, Akhmad Helmi Luqman mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga pasien, tidak ditemukan kejanggalan pada makanan sebelum dikonsumsi. Menu yang diterima terlihat dalam kondisi normal, tidak berbau, maupun menunjukkan tanda-tanda telah rusak.
"Orang tua pasien menyampaikan bahwa saat makanan dibuka kondisinya tampak baik. Tidak ada bau menyengat ataupun ciri-ciri makanan yang sudah basi," ujar Helmi.
Karena dinilai layak dikonsumsi, makanan tersebut kemudian dihabiskan oleh anak.
Namun beberapa jam setelahnya, anak mulai mengeluhkan gangguan kesehatan berupa diare, demam, hingga muntah sehingga segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Menurut Helmi, hasil pemeriksaan awal dari tenaga medis menunjukkan sebagian besar pasien mengalami keluhan yang hampir serupa, yakni gangguan pada saluran pencernaan.
Meski demikian, penyebab pasti kondisi tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari tim kesehatan.
"Diagnosis sementara mengarah pada gejala muntaber. Untuk penyebabnya masih dalam proses pendalaman oleh tim medis," jelasnya.
Sebagai bentuk respons cepat, Bupati Jember Muhammad Fawait telah menginstruksikan agar seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung pemerintah. Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta memberikan pelayanan maksimal hingga seluruh pasien benar-benar dinyatakan pulih.
"Perintah Bapak Bupati jelas, seluruh korban harus mendapatkan pelayanan terbaik dan seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah. Pasien juga tidak boleh dipulangkan sebelum kondisinya benar-benar membaik sesuai hasil pemeriksaan dokter," tegas Helmi.
Tidak hanya fokus pada pasien yang telah dirawat, Satgas MBG juga menginstruksikan jajaran puskesmas melakukan penelusuran ke rumah-rumah warga yang diketahui mengonsumsi paket MBG pada hari yang sama. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang mengalami gejala serupa namun belum mendapatkan penanganan medis.
Upaya screening ini diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila ditemukan kasus tambahan sekaligus memastikan seluruh warga yang terdampak memperoleh layanan kesehatan secara cepat dan menyeluruh. (**)








