Polres Bogor Pertemukan Bayi Korban "Ayah Sejuta Anak" dengan Ibu Kandung

Kamis, 06/10/2022 - 23:45
Kapolres Bogor AKBP Dr. Iman Imanuddin S.H., S.I.K., M.H saat memberi keterangan pers

Kapolres Bogor AKBP Dr. Iman Imanuddin S.H., S.I.K., M.H saat memberi keterangan pers

Klikwarta.com, Bogor - Polres Bogor pertemukan Bayi yang menjadi korban penjual "ayah sejuta anak" dengan ibu kandungnya di Mako Polres Bogor pada Kamis (06/10).

Pertemuan anak dengan ibu kandungnya tersebut di fasilitasi oleh Polres Bogor yang melakukan penjemputan kepada anak dan orang tua angkat di wilayah Lampung.

Dalam momen pertemuan ibu kandung dan anaknya tersebut pun terasa sangat haru saat Isak tangis orang tua kandung bayi tersebut dapat memeluk anaknya dan dapat dipertemukan oleh orang tua angkatnya.

Kapolres Bogor AKBP Dr. Iman Imanuddin S.H., S.I.K., M.H mengatakan Satreskrim Polres Bogor telah melakukan penjemputan terhadap anak yang menjadi korban dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan ibu kandung dari bayi tersebut untuk kita pertemukan.

"Alhamdulillah hari ini kita dapat temukan orang tua anak tersebut dengan orang tua kandungnya", ungkapnya.

"Kami terus melakukan penyidikan terkait kasus ini, keselamatan maupun kondisi anak hingga saat ini dalam keadaan baik, sudah kita lakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Polres Bogor", terangnya.

"Tadi kami sudah lakukan pembicaraan dengan ibu kandung dari bayi tersebut, yang mana ibu kandung dari bayi ini mengatakan bahwa dirinya tidak merasa keberatan apabila anaknya tersebut di adopsi asalkan melalui proses hukum dan perundang-undangan yang berlaku", cetusnya.

Jadi awalnya, kata Kapolres bahwa orang tua kandung bayi tersebut percaya dengan Yayasan Ayah Sejuta Anak ini karena di iming-imingi oleh Pelaku SH (32) bahwa bayi yang dititipkan kepadanya akan dirawat dengan baik dan kebutuhannya akan di penuhi. "

"Namun pada kenyataannya korban pada saat melakukan persalinan pun di tinggal sendirian di rumah sakit, dan yang bersangkutan tidak di beritahu keberadaan anaknya tersebut, saat korban mencoba menghubungi Pelaku SH, dirinya selalu di teror dan dikucilkan", ungkap AKBP Iman Imanuddin.

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait