Opening Ceremony SIPA 2020 Dimeriahkan 20 Delegasi

Jumat, 11/09/2020 - 09:25
Opening Ceremony SIPA 2020

Opening Ceremony SIPA 2020

Klikwarta.com, Solo - Digelar secara virtual, opening ceremony Solo International Performing Arts (SIPA) 2020, pada Kamis (10/09/2020), dimeriahkan sederet pengisi acara dan delegasi lewat beragam seni pertunjukan yang menarik.

Pada kesempatan opening ceremony itu, penampilan Maskot SIPA 2020, Dory Harsa menjadi pertunjukan pembuka lewat lagu berjudul Ninggal Tatu. Dory berkolaborasi diiringi sejumlah penari dari kelompok seni Semarak Candra Kirana. 

Tak cukup berkolaborasi dan menyuguhkan lagu Ninggal Tatu, seniman kendang asal Kota Bengawan yang pernah lekat dengan panggung konser mendiang Didi Kempot itu, juga tampil solo lewat sebuah tembang yang tak kalah fenomenal saat ini, yakni Sing Tak Sayang Ilang.

Secara keseluruhan, perhelatan acara seni pertunjukan yang mengusung tema “Recognition and Acceleration” ini, digelar secara live streaming lewat Youtube Channel SIPA Festival, pada tanggal 10 hingga 12 September 2020, mulai pukul 17.00 – 22.00 WIB.

Melalui keterangan pers, Humas SIPA 2020, Arief Sulistiyo menyampaikan opening ceremony SIPA 2020 ini dimeriahkan oleh 20 delegasi baik nasional maupun internasional. 

"Selain Dory Harsa dan Semarak Candra Kirana, adapula Triapswaya dan Luluk Ari Prasetyo yang tampil secara live di studio," terang Arief.

Adapun sederet penampilan dari sejumlah delegasi pada opening ceremony SIPA 2020 ini, yaitu Burki & Com (Czech Republic) lewat karyanya Samurai Merah Jambu, sebuah kisah angin garang dan pertunjukan tari The Wilds: The Vanity of Plumage, Agus Margiyanto (Solo) dengan karya tari berjudul Touch of Emptiness, ASA X Faculty of Music (UiTM – Malaysia)
dengan karyanya yang berjudul Angin sebagai penampilan ekspresi melalui musik sebagai kekuatan estetika dan energi yang unik. Ada pula Panwar Music and Dance (Canada)
menampilkan Kathak Sargam, sebuah tarian berenergi tinggi yang menggambarkan perasaan gembira dari hati yang penuh kasih dan Galih Suci Manganti (Yogyakarta)
menampilkan karyanya yang berjudul Kidung Senja.

Selanjutnya, ada Denqing Wen (People`s Republic of China)
Perkusi solo dengan karakteristik tandingan instan dari empat suara, Chao Ming Tung (Taiwan) lewat karyanya Y.Y.J.Y. (2015-8), mimpi buruk suasana kebun di Peking opera tunes. Luluk Ari Prasetyo (Solo)
menampilkan karya berjudul Ritual, NSA Project Movement (Banjarbaru) menampilkan karya tari berjudul KALA dan State Music and Ballet School Ilija Nikolovski- Luj (The North Macedonia) menampilkan karya berjudul Ajde mala Stana lagu-lagu dan tarian-tarian tradisional dari Daerah Skopska Blatija dan Skopska Crna Gora, Republik Makedonia Utara.

Triapswaya (Kendal)
menampilkan karya berjudul KOLEK, Annabel Laura (Belanda) menampilkan karyanya lewat sebuah lagu berjudul Mens Zijn. Hartati (Jakarta) menampilkan tarian berjudul Lepasan Luka, Maria Magdalena (Palangkaraya)
menampilkan tarian berjudul Sangga. Tampil pula Natalino Mella (Nusa Tenggara Timur),
pemain sasando profesional otodidak yang mengembangkan teknik 10 jari untuk bermain sasando.

Tak kalah memukau, Flying Balloons Puppet (Yogyakarta)
menampilkan karya teater berjudul Unknown Territor, Alireza Daryaei (Iran) menampilkan karyanya yang didasarkan pada dua tema cerita rakyat Persia kuno yang disusun ulang, diatur ulang dan diperluas.

Penampilan dari My Voices, A Theatre Group dari (Hongkong) dengan karyanya yang berjudul La Elección, dari Hongkong ke Bolivia menjadi penutup serangkaian acara opening ceremony SIPA 2020.

Penyelenggaraan SIPA 2020 ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Wishnutama. Dalam sambutannya yang juga disampaikan secara virtual pada kesempatan opening ceremony itu, Wishnutama mengatakan, seni pertunjukan merupakan salah satu subsektor perekonomian kreatif yang harus didukung pengembangannya.

“Kami mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah berkomitmen tetap melaksanakan SIPA meski saat ini merupakan masa kenormalan baru. SIPA ini sekaligus sebagai media untuk mempromosikan seni pertunjukan di Indonesia di mata internasional,” ungkap Wishnutama.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait