PDSI dan Pertamina EP Cepu Field Gelar Sosialisasi Rencana Pengeboran Sumur Minyak KWG PXA-01

Selasa, 22/04/2025 - 14:36
Warga Desa Wonosari dan Banyuurip Kecamatan Senori Kabupaten Tuban bersama PDSI dan Pertamina EP Cepu Field  menggelar sosialisasi terkait rencana pengeboran sumur minyak  KWG PXA- 01

Warga Desa Wonosari dan Banyuurip Kecamatan Senori Kabupaten Tuban bersama PDSI dan Pertamina EP Cepu Field menggelar sosialisasi terkait rencana pengeboran sumur minyak KWG PXA- 01

Klikwarta.com, Bojonegoro - Perwakilan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan Pertamina EP Cepu Field telah menyelenggarakan audiensi sekaligus sosialisasi dengan warga Desa Banyuurip dan Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Selasa (15/4/2025).

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Humas PT PDSI, Humas Pertamina EP Cepu Field, Karang Taruna Wonosari-Banyuurip, serta stakeholder terkait.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon atas penghentian mobilisasi kendaraan alat berat milik PT PDSI oleh warga pada Senin dini hari, 14 April 2025.

Sosialisasi ini bertujuan membahas rencana kegiatan pengeboran PT PDSI di Sumur Minyak Kawengan (KWG) PXA-01, sekaligus menindaklanjuti insiden penghadangan alat berat perusahaan oleh warga. 

Diketahui, KWG PXA-01 merupakan proyek pengembangan sumur Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. 

Untuk diketahui, mobilisasi alat berat direncanakan berlangsung selama 20 hari ke depan, melintas melalui sejumlah desa di wilayah Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro. 

Adapun hasil audensi antara perusahan PDSI dan warga Distrik Kawengan, bahwa perusahaan berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan warga sekitar.

Humas PDSI Aris, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbulkan akibat aktivitas perusahaan dan berjanji terus meningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan lingkungan sekitar.

"Kami perusahan akan terus berkomitmen untuk komunikasi dan koordinasi dengan lingkungan wilayah kerja kami," jelasnya.

Menurutnya, sebelumnya pihak perusahan telah berkoordinasi melalui surat pemberitahuan kepada kepala desa Wonosari- Banyuurip adanya kegiatan moving. 

Dengan begitu, kata dia, pelaksanaan kegiatan proyek KWG PXA-01 tidak ada keterlambatan dan selesai sesuai jadwal yang ditentukan. 

"Tetapi ada miss komunikasi dilapangan," imbuhnya 

Sementara, Humas PT Pertamina EP Field Cepu zona 11 Sony Aditya menyampaikan bahwa, setelah perubahan menjadi Sub Holding Upstream pengajuan dukungan pemangku kepentingan berubah. 

Dikatakannya, dari sebelumnya keputusan melalui kantor Cepu sekarang melalui proses dari field-zona- regional.

"Anak perusahaan perusahaan Pertamina sudah berbeda karena sekarang bertransisi menjadi Sub Holding. Dimana Pertamina EP Cepu FIeld selaku operator akan berkoordinasi juga dengan SKK Migasu," jelasnya

Sony menambahkan adanya pertemuan tersebut, dapat memberikan edukasi langsung dengan melibatkan warga sekitar perusahaan. Ia berharap kegiatan proyek KWG PXA -01 berjalan aman dan kondusif.

"Harapan kami sosialisasi dan informasi ini bisa terdistribusikan kepada warga yang berada di wilayah kerja migas," tutupnya. 

Ditempat sama, perwakilan karang taruna Desa Wonosari Paulus menyambut baik hasil audensi ini dan berharap agar kegiatan operasional PDSI dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah, ada tiga poin penting yang disepakati bersama perwakilan manajemen perusahaan PDSI dan Field Pertamina Cepu," kata Paulus 

Ketiga kesepakatan itu yakni, pertama, keterlibatan warga desa sebagai tenaga kerja lokal selama kegiatan proyek pengembangan pengeboran sumur tua KWG PXA -01.

Kedua, perusahaan memberikan bantuan dukungan bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh warga di wilayah terdampak dan ketiga. Dan ketiga, jalinan kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan kedua desa Banyuurip - Wonosari akan dilakukan oleh perusahaan.

Senada Paulus Ketua Kartar Desa Banyuurip Candra mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan oleh DPSI dan Field Pertamina Cepu.

Sehingga, kegiatan mobilisasi dapat dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan perusahan.

"Kalau ada komunikasi diawal tentu warga welcome dari mulai moving alat berat hingga pekerjaan proyek pengeboran selesai bisa berjalan lancar," ungkapnya 

Candra menambahkan masyarakat desa Banyuurip, tentu akan menjaga kondusifitas dan keamanan saat mobilisasi hingga kegiatan operasi berlangsung.

Pewarta : Fajar

Berita Terkait