Layanan Angkutan KA Peti Kemas Terus Diminati, KAI Logistik Luncurkan KA KALOG 3

Kamis, 20/03/2025 - 19:24
KAI Logistik Luncurkan KA KALOG 3

KAI Logistik Luncurkan KA KALOG 3

Klikwarta.com, Jakarta - Di tengah dinamika kondisi perekonomian nasional, industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan manufaktur relatif menunjukkan pertumbuhan. Permintaan layanan angkutan peti kemas terus menunjukkan tren peningkatan seiring dengan kebutuhan logistik yang efisien dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT KAI (Persero), resmi meluncurkan KA KALOG 3, layanan angkutan peti kemas terbaru yang diharapkan dapat memperkuat kelancaran distribusi barang melalui jalur rel.

Heri Siswanto, Direktur Operasi KAI Logistik, menjelaskan, “Seiring dengan pertumbuhan industri FMCG, manufaktur, dan e-commerce, kebutuhan akan distribusi barang yang cepat dan Anda semakin meningkat. Kehadiran KA KALOG 3 dilatarbelakangi oleh pertumbuhan industri, terutama di sektor FMCG dan manufaktur, yang terus berkembang. Menurut data dari Compas.co.id , nilai penjualan FMCG di e-commerce pada tahun 2024 meningkat 32%, dan diprediksi akan meningkat sebesar 19% pada tahun 2025.[1] ”

Heri menambahkan bahwa tren peningkatan penjualan FMCG berdampak langsung pada meningkatnya penggunaan moda KA dalam mendukung rantai pasok pengiriman barang. “Moda kereta api menjadi solusi logistik yang lebih efisien bagi perusahaan karena kapasitas angkutnya yang besar, jadwal kepastian, serta keamanan dan keselamatan yang menjadi prioritas. Hal ini tercermin dari peningkatan minat pengiriman barang menggunakan angkutan peti kemas yang meningkat 13% pada tahun 2024, mencapai 2,3 juta ton. Peningkatan ini juga selaras dengan penguatan komitmen dan kesadaran pelaku usaha dalam menjalankan bisnis yang lebih hijau, dan memilih moda KA sebagai transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan” katanya.

Menjawab tren permintaan angkutan peti kemas yang terus meningkat, KAI Logistik resmi mengoperasikan KA KALOG 3 mulai 13 Maret 2025 dengan jadwal perjalanan setiap dua hari sekali. Peluncuran layanan ini menjadi bagian dari upaya strategi perusahaan dalam memperkuat jaringan logistik yang lebih efisien, cepat, dan andal. KA KALOG 3 memiliki kapasitas angkut mencapai 30 gerbong datar (60 TEUs) atau setara dengan 1.080 ton dalam satu kali perjalanan. Relasi yang dilayani pun berbeda dari layanan sebelumnya, yakni Sungai Lagoa – Klari – Kalimas, yang dipilih secara strategis untuk mendekatkan titik distribusi ke berbagai kawasan industri utama, termasuk pusat industri yang menampung perusahaan-perusahaan besar di sektor FMCG dan manufaktur. 

“Dengan kapasitas angkut yang besar, KA KALOG 3 diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus menjadi solusi logistik berkelanjutan. Layanan ini berkontribusi pada konsep green logistic dengan mengurangi emisi karbon, mengoptimalkan moda transportasi ramah lingkungan, serta memperkuat peran kereta api dalam sistem distribusi barang di Indonesia. Lebih jauh, layanan KA Kontainer ini akan juga pada aspek sosial dan ekonomi di mana mampu mengurangi biaya pemeliharaan jalan karena kerusakan jalan yang lebih, hingga mengurangi mereka jalan raya. Dengan dampak positif tersebut, KA KALOG 3 diharapkan mampu meningkatkan daya saing peti kemas dan dari moda darat ke kereta api sebagai langkah nyata dalam mendukung transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi industri nasional,” tutup Heri.

Kedepannya, KAI Logistik akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan respon pasar terhadap KA KALOG 3. KAI Logistik akan melakukan tindaklanjut termasuk kemungkinan perluasan jangkauan melalui pengembangan rute maupun penambahan kapasitas angkut seiring peningkatan yang diprediksi terjadi. Sebagai bagian dari strategi perluasan layanan angkutan peti kemas, KAI Logistik berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperkuat kolaborasi dengan pelanggan industri, serta mengembangkan fasilitas bongkar muat di stasiun-stasiun strategis. Selain itu, optimalisasi teknologi dan digitalisasi layanan akan terus diterapkan guna meningkatkan efisiensi operasional serta menghadirkan solusi logistik yang lebih andal dan berdaya saing tinggi. (*)

Berita Terkait