ilustrasi.net
Oleh: Suci Bunga Apriliani Sahelia (Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)
Aku adalah seorang gadis berusia 19 tahun yang lahir dan besar di Bogor. Sejak kecil, aku dan kakakku dibesarkan oleh mamaku, yang merupakan seorang janda. Mamaku bekerja keras untuk menghidupi aku dan kakakku. Aku selalu mengagumi kegigihan dan keteguhan hati sang mamaku karena mamaku sangat hebat.
Ketika aku kelas 2 SD, mamaku menikah lagi. Awalnya, aku dan kakakku sulit menerima ayah sambungku. Namun, seiring waktu, aku dan kakakku belajar untuk menerimanya dan membangun hubungan yang baik bersama ayah sambungku.
Namun, kebahagiaan aku dan keluargaku tidak berjalan dengan mulu seperti apa yang orang-orang lihat. Beberapa tahun lalu, ayah sambungku mulai berubah sikap. Aayah sambungku memiliki wanita lain dan mulai mengabaikan keluargaku. Hal ini membuat mama, aku, dan kakakku sangat sedih dan kecewa.
Aku dan kakakku mencoba untuk membantu mama melalui masa-masa sulit ini. Aku dan kakakku selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah mama dan memberikan dukungan. Namun, aku dan kakakku juga merasa marah dan kecewa dengan ayah sambungku karena sifat dan perilaku yang sudah mambuat aku dan keluargaku merasa kecewa.
Aku dan keluargaku kecewa karena ayah sambungku berbeda dengan yang aku, mama, dan kakakku kenal. Biasanya ayahku selalu bersifat dan berperilaku baik kepada aku dan keluargaku, kini sudah berbeda semenjak ayahku mempunyai wanita lain selain mamaku.
Tahun awal ayahku selingkuh, itu pada tahun 2020 dimana tahun itu sedang Pandemi Covid-19. Mamaku mengetahui ini disaat ayahku ada yang mengirim pesan dengan nomor tidak dikenal meminta tranfer uang yang jumlahnya lumayan banyak.
Mama yang tidak sengaja melihat notif pesan tersebut akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan pesan tersebut kepada ayahku dan ternyata itu adalah perempuan simpanan ayahku yang meminta uang untuk kebutuhan sehari-harinya.
Mamaku yang selalu diam dengan kejadian ini, aku dan kakakku selalu memikirkan keadaan mamaku dan selalu menanyakan keadaan mamaku apakah mamaku baik-baik saja. Aku tahu pasti perasaannya sangat sedih dan kecewa.
Mamaku selalu menyembunyikan apa yang sedang terjadi yang menimpa dirinya dengan selalu terlihat ceria dan biasa saja seperti sedang tidak terjadi apa-apa pada dirinya.
Tahun 2023 menjadi tahun yang paling berat bagi keluargaku. Ayah sambungku menikahi wanita lain tanpa sepengetahuan aku, mama, dan kakakku. Hal ini membuat mamaku semakin sedih dan terluka melihat dan mendengar kabar bahwa ayahku menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuan mamaku.
Aku melihat bagaimana mamaku selalu berusaha untuk tegar di depan keluargaku dan teman-temannya, meskipun hatinya hancur. Mamamku salah satu mama yang menurutku terhebat dan terkuat karena banyak sekali cobaan yang telah mamaku dapatkan.
Seiring berjalannya waktu, ku kira ayahku akan bertaubat akan kesalahannya. Namun, itu semua salah. Ayahku masih tidak berubah sampai saat ini, masih sering main perempuan yang tidak tahu darimana kenalnya dan perempuan sekarang lebih parah dari perempuan sebelumnya yang ayahku nikahi tersebut selain mamaku.
Perempuan ini sempat menelpon mamaku dengan kata-kata tidak pantas sampai akhirnya mamaku banyak pikiran, dan jatuh sakit pada awal tahun 2024. Namun, mamaku tidak menceritakan kepada aku dan kakakku bahwa mamaku sakit.
Mamaku sakit asam lambung sampai harus rawat inap selama dua hari. Kata Dokter mamaku sakit lambung karena banyak pikiran dan akhirnya asam lambungnya naik. Saat sakit ini, badan mama terlihat kurus tidak seperti biasanya, benar saja berat badan mamaku turun 7 kilogram dari berat badan biasanya, ini semua disebabkan karena sakit asam lambung yang sudah lama.
Setelah dirawat inap itu, asam lambung mama kembali naik, aku masih ingat posisiku sedang tidak ada dirumah. Mama sesak nafas, mamaku sendirian dirumah, mama menelponku agar aku cepat pulang, dan aku segera pulang.
Sesampainya aku dirumah, mama menangis, dan nafasnya sesak. Aku cepat membawa mama tengah malam ke RSUD Kota Bogor. Aku dengan keadaan panik memesan ojek online untuk mama. Aku mencoba menelpon ayahku untuk memberi kabar karena mama sakit dan harus di bawa ke rumah sakit.
Namun, ayahku memblokir nomor handphone ku dan nomor mamaku pada saat itu. Ayahku tidak pulang ntah kemana. Aku mengurus mamaku sendirian dirumah sakit pada malam itu sambil menangis karena tidak ingin mama sakit karena memikirkan ayahku.
Pada saat itu, aku selalu membenci ayahku karena telah memperlakukan aku, mama, dan kakaku seperti ini. Aku sempat menyerah pada keadaan ini, aku sempat ingin mengakhiri nyawaku pada saat itu. Tetapi, aku selalu ingat mama dan kakakku yang selalu kuat menghadapi masalah.
Tetapi aku selalu bersyukur kepada diriku karena sudah bertahan hingga sampai saat ini. Aku beryukur juga punya mama dan kakakku yang selalu ada saat aku tidak tahu arah pulang karena masalah-masalah yang aku rasakan, padahal mama dan kakakku sama mempunyai masalah dalam hidupnya yang mungkin aku tidak mengetahuinya.
Aku juga menceritakan kisahku setiap harinya kepada teman dekatku, Ghassan. Ghassan selalu ada untuk mendengarkan keluh-kesahku dan memberikan dukungan terhadapku. Aku sangat bersyukur memiliki teman seperti Ghassan.
Bahkan Ghassan selalu mendukung dan memberikan nasihat kepadaku disaat aku sedang membutuhkan teman untuk bercerita saat aku merasa sedih, dan kecewa denga apa yang telah terjadi dalam hidupku dan keluargaku.
Aku sangat berterima kasih kepada, Ghassan. Ghassan selalu ada disaat aku butuh dan merasa cape dengan masalah hidupku. Mungkin jika tidak ada Ghassan yang siap mendengarkan ceritaku, aku mungkin tidak akan bisa kuat menghadapi semua msalahku hingga saat ini.
Tetapi, aku selalu bersyukur mempunyai orang-orang yang selalu peduli denganku, dan aku selalu belajar dari perjalanan hidupku selama ini.
Aku bersyukur karena mama masih di berikan kesehatan hingga saat ini dan aku masih bisa berkumpul dengan keluargaku. Mama perempuan hebat, mama harus bahagia. Akanku pastikan kebahagiaan untuk mamaku yang sangat hebat.
Terima kasih kepada diriku sampai saat ini masih bertahan hidup, terima kasih untuk keluargaku terutama mama dan kakakku yang selalu menguatkan satu sama lain disaat banyak ujian di keluarga ini, dan terima kasih kepada Ghassan yang selalu mendengarkan ceritaku hingga saat ini.
Kisahku adalah kisah inspiratif tentang keteguhan hati dan kekuatan dalam menghadapi rintangan hidup. Aku mungkin bukan manusia yang seberuntung anak-anak diluar sana yang memiliki keluarga yang cemara dan hidup bahagia.








