Ilustrasi truck BBM solar
Klikwarta.com, Cilegon - Wakil Presiden Ormas Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP), Hadi, angkat suara terkait penggerebekan penimbunan solar subsidi yang dilakukan oleh aparat TNI beberapa waktu lalu di kawasan Cikuasa Atas, Merak. Aksi penggerebekan tersebut melibatkan Mabes TNI bersama Korem 064 Maulana Yusuf, yang berhasil mengamankan sekitar enam ton solar subsidi yang disimpan dalam tangki, belum termasuk yang ada di tempat lainnya seperti tungku-tungku penyimpanan. Meski sempat mencuat di berbagai media, perhatian masyarakat terhadap peristiwa ini baru meningkat belakangan ini.
Hadi memberikan apresiasi atas tindakan tegas yang dilakukan aparat berseragam loreng dalam memberantas praktik penimbunan bahan bakar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Namun, ia juga mempertanyakan peran aparat penegak hukum lain yang seharusnya turut berperan dalam mengatasi masalah ini.
"Kenapa yang bertindak harus baju loreng atau baju hijau? Kenapa bukan baju coklat? Ini kan seharusnya menjadi kewenangan mereka juga," tegas Hadi saat ditemui di Merak, Jumat (21/3).
Meskipun demikian, Hadi tetap memberikan dukungan penuh terhadap langkah aparat TNI yang telah memberikan contoh nyata dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. Ia berharap agar ke depan ada tindak lanjut yang lebih serius dari semua pihak terkait.
"Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh loreng, tapi saya juga menyayangkan kenapa bukan aparat penegak hukum lainnya yang bergerak. Ini kan menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Jangan sampai ini hanya jadi ajang cari muka menjelang Lebaran," lanjutnya.
Selain itu, Hadi juga mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi masyarakat yang kini kesulitan mendapatkan solar subsidi akibat tindakan para pelaku penimbunan. Ia menambahkan bahwa praktik ilegal solar kencingan masih marak di wilayah Merak, terutama di sekitar Tol Cikuasa Atas dan Florida Merak.
"Selain di Merak, saya lihat di wilayah Kramat juga ada permainan solar subsidi. Mereka ambil dari SPBU Cibeber, kemudian dijual lagi dengan harga yang tidak semestinya," ungkap Hadi.
Hadi pun berharap agar aparat penegak hukum berseragam coklat segera bertindak tegas. Hal ini untuk memastikan agar peredaran solar subsidi bisa diawasi dengan ketat dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Jangan hanya TNI yang turun, penegak hukum lainnya juga harus serius memberantas mafia solar subsidi ini," pungkasnya.
Tindakan ini diharapkan dapat mengoptimalkan distribusi solar subsidi dan melindungi hak-hak masyarakat kecil yang membutuhkan bahan bakar bersubsidi tersebut. Semua pihak, menurut Hadi, harus bersinergi untuk menanggulangi permasalahan ini demi kesejahteraan bersama.
(Kontributor: Safarudin)








