Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono
Klikwarta.com, Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur lewat Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim bersiap memperluas jangkauan layanan bus Trans Jatim pada akhir tahun 2026. Perluasan tersebut difokuskan pada penambahan koridor baru di wilayah Malang Raya dan Pasuruan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengatakan langkah ekspansi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Timur untuk menghadirkan pemerataan layanan transportasi massal yang murah dan aman bagi masyarakat.
"Sesuai arahan Ibu Gubernur, kami merencanakan penambahan koridor Trans Jatim di Malang Raya dan Pasuruan. Di Pasuruan, rute ini diarahkan untuk melayani kawasan industri, sesuai dengan harapan teman-teman buruh, guna meringankan beban ongkos transportasi mereka sehari-hari," ungkap Nyono pada Rabu (10/6/2026).
Terminal Hamid Rusdi Menjadi Pusat Malang Raya
Untuk wilayah Malang Raya, Pemprov Jatim berencana meresmikan tambahan koridor baru yang ditargetkan beroperasi pada akhir November 2026. Berdasarkan hasil kajian lapangan Dishub Jatim, Terminal Hamid Rusdi yang berstatus milik Pemprov Jatim akan dioptimalkan dan dihidupkan kembali sebagai pusat (hub) Trans Jatim di Kota Malang.
Dari Terminal Hamid Rusdi, layanan bus akan dibagi ke dalam dua rute utama yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan pariwisata.
Rute Selatan : Terminal Hamid Rusdi - Gelora Ken Arok - Pakisaji - Kepanjen (Ibu Kota Kabupaten Malang).
Rute Timur : Terminal Hamid Rusdi - Tumpang.
Nyono menjelaskan bahwa rute menuju Tumpang memiliki nilai strategis untuk mendongkrak pariwisata daerah. "Terminal Tumpang harapannya akan terintegrasi dengan kebijakan pariwisata di Kabupaten Malang. Melalui Poncokusumo, akses ini akan mempermudah mobilitas wisatawan yang hendak menuju kawasan Gunung Bromo," jelasnya.
Nantinya, Terminal Hamid Rusdi juga akan terintegrasi langsung dengan Koridor 1 Malang Raya, yang melayani rute dari Hamid Rusdi menuju Terminal Landungsari dan sekitarnya.
Tarif Terjangkau dan Dampak Ekonomi
Untuk mendukung operasional rute baru ini, Dishub Jatim menyiapkan sekitar 15 unit armada bus. Tarif yang diberlakukan tetap disubsidi agar sangat terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Masyarakat Umum : Rp5.000,-
Pelajar, Mahasiswa, dan Santri : Rp2.500,-
Nyono memaparkan, kebutuhan anggaran penuh untuk satu tahun operasional koridor ini diperkirakan mencapai Rp25 miliar.
Meski memerlukan penyesuaian anggaran, keberadaan transportasi publik yang layak di Malang Raya dinilai sangat mendesak (urgen).
"Dengan tarif Rp5.000, layanan ini sangat membantu masyarakat kecil, terutama pekerja di kawasan industri dan warga di kawasan aglomerasi perkotaan yang melakukan perjalanan di atas 20 kilometer setiap harinya," tegas Nyono.
Ekspansi ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Jatim bahwa layanan Trans Jatim tidak hanya difokuskan di kawasan Gerbangkertasusila, tetapi juga di Malang Raya dan seluruh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) di Jawa Timur.
Kehadiran Trans Jatim diharapkan dapat memberikan efek ganda (multiplier effect), mulai dari menekan angka kecelakaan lalu lintas, mengurai kemacetan, hingga memacu pertumbuhan ekonomi.
"Ini sangat dirasakan manfaatnya untuk menekan angka kemiskinan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan warga," tutup Nyono. (**)








