Museum MACAN dan UOB Mempersembahkan Kembara Biru

Kamis, 07/04/2022 - 19:15
Theresia Agustina Sitompul
Theresia Agustina Sitompul

*Pameran Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN terbaru karya Theresia Agustina Sitompul

Pameran ini mengundang anak-anak dan keluarga untuk mengeksplorasi arti sebuah ‘rumah’, untuk berhenti sejenak dari dunia digital, serta menemukan kebahagiaan dari berkarya melalui tangan mereka

a
[Theresia Agustina Sitompul: Kembara Biru (Traveling Blues). Image courtesy of Museum MACAN]

Klikwarta.com, Jakarta – Museum MACAN hari ini mengumumkan pameran Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN terbaru yang menampilkan seniman grafis senior Indonesia, Theresia Agustina Sitompul. Theresia dikenal dengan kemampuan eksplorasi seni grafis, gambar dan instalasi yang membawa ide yang sangat personal dan berdasarkan pengamatan terhadap masyarakat Indonesia. UOB Indonesia merupakan mitra pendidikan utama Museum MACAN yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melibatkan masyarakat khususnya anak-anak dengan seni sejak tahun 2017.

Dibuka pada tanggal 9 April 2022, Theresia Agustina Sitompul: Kembara Biru merespon adanya peralihan kegiatan-kegiatan yang terjadi di rumah sejak merebaknya pandemi. Saat ini, rumah beralih fungsi menjadi tempat bersosialisasi, kantor, dan juga sekolah. Multi fungsi ini mencerminkan banyaknya peran yang dimainkan Theresia: sebagai seorang ibu, pendidik dan juga perupa.

Pameran ini terinspirasi oleh refleksi sang perupa tentang pengalamannya sewaktu berada di rumah selama masa pembatasan social. Hal ini telah mentransformasi meja dapur dan ruang keluarga menjadi arena berimajinasi agar anak-anak dan keluarga dapat berinteraksi dan belajar di lingkungan yang menyenangkan. Dengan memanfaatkan kertas karbon sebagai bahan artistik utama dengan benda-benda kecil sehari-hari seperti kancing dan perban, Theresia mendorong anak-anak untuk berhenti sejenak dan menjauh dari layar digital mereka, menjelajahi lingkungan rumah mereka dan menemukan kembali kegembiraan dalam menciptakan benda-benda dengan menggunakan tangan mereka sendiri. Ia meyakini bahwa dalam situasi pandemi sekalipun, kita semua dapat berkarya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang paling sederhana.

Pameran ini akan menampilkan instalasi fisik dan sejumlah kegiatan di Museum MACAN, serta serangkaian kegiatan daring yang dapat dieksplorasi di rumah dan di dalam kelas. Pengunjung pameran akan menjumpai sebuah instalasi patung besar yang lembut dan terbuat dari campuran bahan kain yang ringan. Dengan mengambil bentuk seperti awan, yang terinspirasi dari sebuah baju kemeja dengan beberapa lengan dan kerah, instalasi ini menggambarkan sejumlah peran dan kemungkinan dari kreasi manual. Pengunjung dapat menyentuh dan merasakan instalasi kain tersebut. Di dalam ruang pameran ini, akan ada sejumlah awan kertas, yang merupakan sebuah tema berulang di seluruh instalasi yang melambangkan imajinasi tanpa batas, hari-hari yang penuh kebahagiaan dan harapan yang baik. Formasi awan-awan yang sangat besar ini memiliki kantung transparan, dimana pengunjung diundang untuk melampirkan karya seni yang dibuat di Museum dan di sekolah/rumah dengan menggunakan bahan kertas dan kertas karbon yang tersedia.

Theresia Agustina Sitompul mengatakan, “Imajinasi anak-anak bagaikan langit yang biru – cerah, ceria dan tanpa batas. Lalu mengapa kita berfokus pada batasan padahal kita dapat mengeksplorasi banyak kemungkinan? Kita memiliki sepasang tangan yang dapat menciptakan jutaan hal menakjubkan. Kita memang tidak dapat pergi kemana-mana, tetapi kita selalu bisa membuat karya seni dari bahan-bahan paling sederhana. Kembara Biru mengajak kita untuk berhenti sejenak dari layar digital yang menghubungkan kita dengan mereka yang jauh. Akan tetapi, proyek ini membuat kita untuk kembali terkoneksi dengan hal-hal sederhana yang dekat dan yang kita sayangi: rumah, tangan dan kreativitas kita.”

Fenessa Adikoesoemo, Chairwoman, Museum MACAN Foundation, mengatakan, “Theresia Agustina Sitompul: Kembara Biru adalah sebuah proyek seni yang bermakna bagi kami karena dikembangkan untuk anak-anak, keluarga dan sekolah. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Museum MACAN dalam hal pendidikan seni bagi anak-anak. Karya itu sendiri merupakan sebuah cerminan dari pengalaman kita ketika menghabiskan sebagian besar waktu di rumah selama masa pandemi. Melalui pameran ini, kami mengundang masyarakat untuk terhubung kembali satu sama lain, mengalami momen kebersamaan dengan menciptakan benda-benda dengan menggunakan tangan kita sendiri. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah tersedia dalam kehidupan sehari-hari, kami berharap proyek ini dapat mendorong anak-anak untuk belajar dan memupuk kreativitas mereka. Saya senang karena UOB sebagai Mitra Pendidikan Utama Museum MACAN, kembali memberikan dukungannya dalam pengembangan proyek ini. Kami juga sangat senang dapat menyambut kembali anak-anak dan keluarga mereka untuk menikmati proyek baru ini, di dalam museum dan juga melalui lokakarya yang telah disiapkan tim pendidikan kami dengan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.”

Pameran Theresia Agustina Sitompul: Kembara Biru, juga dirancang untuk menghubungkan siswa dan sekolah di seluruh Indonesia. 12 sekolah dari 10 provinsi akan menerima materi dan sejumlah alat-alat yang dapat memungkinkan mereka untuk mengikuti serangkaian lokakarya secara daring. Lokakarya telah dirancang oleh sang perupa untuk mendorong anak-anak di seluruh Indonesia agar bisa bergabung. Sekolah-sekolah dapat memamerkan hasil kreasi siswa-siswi mereka dalam instalasi Museum MACAN atau mendorong mereka untuk membuat pameran kecil dan presentasi di dalam kelas. Melalui proses ini, perupa sekaligus mengingatkan kita bahwa seni dapat diciptakan dimana saja dan memberikan nilai untuk berbagi kreativitas di dalam masyakarat.

Untuk mendorong lebih banyak anak dan keluarga berpartisipasi dalam kegiatan kreatif dan pembuatan pameran di rumah, tutorial dan lokakarya ini akan tersedia untuk masyarakat umum di kanal media social dan YouTube Museum MACAN.

Pameran Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN diiniasiasi oleh Museum MACAN untuk mengembangkan pendidikan seni di Indonesia dan didukung oleh UOB sebagai mitra pendidikan utama Museum MACAN. Melalui kerja sama dengan sejumlah perupa ternama, proyek ini dirancang dan dikuratori secara khusus untuk membantu membuka cara baru dalam berpikir serta melibatkan generasi muda dengan kreativitas seni.

 Maya Rizano, Head of Strategic Communications and Brand, UOB Indonesia, mengatakan, “Sebagai mitra pendidikan Museum MACAN, kami bangga dapat mendukung pameran Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN terbaru, Theresia Sitompul: Kembara Biru. Dasar filosofi kami adalah memperkaya kualitas hidup dan memperkuat ikatan sosial untuk mendukung perkembangan masyarakat. Kami percaya bahwa seni dapat menyatukan anak-anak dan perupa untuk menggali dan menciptakan pengalaman seni inovatif yang mendorong ekspresi diri dan sesi berbagi yang menyenangkan. Anak-anak khususnya akan berkesempatan untuk mempelajari cara-cara baru dalam mengungkapkan pemikiran, perasaan dan harapan mereka seiring dengan perkembangan indra kreatif mereka melalui pemanfaatan alat-alat manual seperti tangan mereka sendiri. Ini merupakan bagian dari misi UOB untuk menumbugkembangkan bidang seni di Asia Tenggara dan juga komitmen jangka panjang kami untuk mendorong perkembangan sosial melalui seni, anak-anak dan pendidikan.”

Aaron Seeto, Director of Museum MACAN, mengatakan, “Dalam dua tahun terakhir, kita semua telah tenggelam dalam dunia digital dalam setiap aspek kehidupan sosial termasuk pendidikan yang sangat terkait erat dengan layar digital. Pameran karya seni Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN mengingatkan kita bagaimana imajinasi terkadang dapat terkoneksi dengan kreativitas tangan dan bagaimana ruang berkumpul di drumah dapat menjadi sumber inspirasi kreatif.

Terdapat sejumlah inovasi menarik pada pameran Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN kali ini. Kami bekerja sama dengan sekolah-sekolah dari seluruh Indonesia yang akan membantu Theresia membuat dan menyelesaikan instalasi utama di museum, dan melalui lokakarya, ia akan membantu anak-anak untuk membuat pameran kecil di dalam kelas dan rumah mereka. Saya sangat antusias melihat anak-anak akan dilibatkan dalam proyek ini dan bagaimana mereka akan berbagi kreativitas dengan teman dan juga komunitas mereka melalui banyaknya pameran Kembara Biru yang akan hadir di ruang-ruang kelas di seluruh Indonesia!”

Pameran Theresia Agustina Sitompul: Kembara Biru akan dibuka dari tanggal 9 April 2022 hingga 30 Oktober 2022. Bersama dengan pembukaan pameran Theresia Agustina Sitompul: Kembara Biru, anak-anak dan keluarga dapat menikmati instalasi tersebut bersamaan dengan instalasi yang lain yaitu Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN Tromarama: The Lost Jungle yang merupakan instalasi digital imersif yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi anak-anak dan keluarga serta merangsang kreativitas mereka dalam banyak cara. Instalasi Tromarama: The Lost Jungle telah dibuka untuk umum sejak Desember 2021 dan akan berlangsung hingga 15 Mei 2022.

Pengunjung museum wajib mematuhi protokol kesehatan yang ketat guna menjamin keselamatan dan kesejahteraan publik.

Kembara Biru turut didukung oleh Mowilex Indonesia sebagai Mitra Utama Cat Resmi Museum MACAN.

(##)

Related News