Demo Uniba Surakarta Tuntut Lengser Ketua Yayasan, Rektor Mengundurkan Diri

Rabu, 01/07/2020 - 16:49
Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa dosen dan karyawan Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta di halaman kampus setempat.

Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa dosen dan karyawan Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta di halaman kampus setempat.

Klikwarta.com, Solo - Aksi demonstrasi dilakukan ratusan mahasiswa, dosen dan karyawan Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta, di halaman kampus setempat, Selasa (30/06/2020).

Para pengunjuk rasa dari kalangan civitas akademika tersebut, menuntut Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib) Surakarta, Solichul Hadi karena telah dianggap melakukan penyelewengan atas jabatannya.

Demonstran menilai bahwa Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib) Surakarta itu telah melakukan penyelewengan jabatan dengan mengangkat dirinya sebagai Dewan Pembina serta memasukkan kedua anaknya, Astari dan Tetuko pada jabatan strategis di kepengurusan Yapertib, untuk menempati posisi sekretaris dan staf bendahara.

Dalam aksi itu, Rektor Uniba, Pramono Hadi melepaskan baju seragamnya sekaligus menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Rektor pun beranggapan bahwa telah terjadi penyelewengan terkait tata kelola di tingkat Sumber Daya Manusia, seperti pengalokasian dana yang menurutnya tidak selayaknya dilakukan oleh pihak yayasan.

"Rektorat merasa bertanggung jawab yang telah terjadi. Konsep kesalahan itu pertama adalah rektorat hanya bisa mengeluarkan saya usul bukan daya putus sehingga apa yang terjadi tercentral di yayasan," terang Pramono, kepada wartawan, di sela aksi.

Rektor pun menilai telah banyak intervensi yang dilakukan oleh yayasan selama ini, salah satunya yakni menganggap rektor hanya sebagai daya usul dan tidak mempunyai daya keputusan.
Selain mengaku gagal dalam memperjuangkan hak-hak yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir, Rektor juga menekankan bahwa kesalahan yang terjadi pada yayasan tersebut perlu direformasi.

"Untuk itu dari semangat akademik seorang rektor harus bertanggung jawab, berarti ini kegagalan dan harus mundur," tandasnya.

Dalam demonstrasi ini, Wakil Rektor A dan Wakil Rektor B pun ikut mengundurkan diri. Selain menyegel kampus, para demonstran juga membentangkan sejumlah spanduk, di antaranya "Hentikan Liberaliasi dan Komeralisasi Pendidikan oleh Yayasan" dan "Perawakan Manusia Hati Seperti Iblis Pendidikan Tinggi Terzalimi".

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait