Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Dukung Upaya Pemda Swasembada Pangan

Kamis, 03/03/2022 - 17:04
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Idris Marbawi (duduk paling depan paling kiri) Saat Hadiri Panen Raya Padi bersama Petani dan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Beserta Jajaran Terkaitnya

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Idris Marbawi (duduk paling depan paling kiri) Saat Hadiri Panen Raya Padi bersama Petani dan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Beserta Jajaran Terkaitnya

Klikwarta.com, Blitar - Komisi II DPRD Kabupaten Blitar mendukung langkah-langkah dan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mewujudkan swasembada pangan. 

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Idris Marbawi optimis swasembada pangan bisa dilakukan asalkan seluruh komponen pendukung solid dan konsisten berjalan bersama hingga tujuan tercapai.

Terlebih, diketahui potensi pertanian Kabupaten Blitar cukup menjanjikan, salah satu contohnya tingginya nilai padi yang baru saja dipanen raya yakni di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan dan Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi.

"Kami berharap juga agar dimaksimalkan pelatihan bagi petani agar berwawasan agribisnis. Artinya dalam berusaha tani harus berorientasi pada keuntungan dengan cara melihat peluang pasar, sehingga Kabupaten Blitar mampu menjadi kabupaten penyangga pangan nasional," ungkap Idris kepada Klikwarta.com, Kamis (3/3/2022), yang kemarin Rabu (2/3/2022) melihat langsung panen raya padi bersama Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso. 

Politisi PKB ini mendorong Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar untuk mengembangkan konsep tanam padi yang memanfaatkan nutrisi biosaka seperti yang sudah dilakukan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulyo Desa Plosorejo di Kecamatan Kademangan. Kedua belah pihak dimintanya untuk segera berkoordinasi secara intens menyikapi pengembangan nutrisi biosaka. 

Idris berpendapat, terbatasnya pupuk bersubsidi disertai mahalnya harga pupuk non subsidi mestinya tidak menjadi penyebab ketergantungan petani dalam berproduksi hasil pertanian khsususnya padi. Maka dari itu, pengembangan nutrisi biosaka dilakukan agar tercipta efisiensi biaya produksi. 

"Karena saat ini ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani sangat terbatas dan harga pupuk non subsidi sangat mahal. Untuk efisiensi biaya produksi bagi petani karena bahannya murah dan mudah didapat disekitar kita, aplikasinya ramah lingkungan karena dibuat dari bahan organik dan bisa menghasilkan produksi beras yang sehat yang tidak banyak akumulasi zat-zat kimia," paparnya.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait