Menteri PU Dody Hanggodo saat menerima pemaparan situasi waduk Gajah Mungkur
Klikwarta.com, Solo - Dalam mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung hingga enam bulan akibat fenomena El Niño, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan bahwa pasokan air Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri tercukupi untuk kebutuhan irigasi di 25.000 hektar sawah. Hal ini menjadi langkah strategis untuk menangani potensi kekurangan air selama musim kemarau.
Waduk Gajah Mungkur memiliki luas sekitar 9.000 hektar dan dapat menyediakan pasokan air untuk mengairi lahan pertanian yang cukup luas. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi waduk guna memastikan kesiapan menghadapi kemarau panjang akibat dampak dari El Niño yang diprediksi akan menambah kesulitan dalam sementara waktu.
Kepala Divisi Jasa ASA Perum Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Astria Nugrahany, mengkonfirmasi bahwa ketersediaan air di Waduk Gajah Mungkur cukup memadai. Astria menjelaskan bahwa tinggi muka air waduk telah disesuaikan dengan perencanaan, untuk memastikan kebutuhan air para pemanfaat dapat terpenuhi.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan akan berlangsung lebih lama, hingga Desember 2026. Oleh karena itu, pengelola air diharapkan untuk fokus dalam memenuhi kebutuhan air untuk keperluan pertanian di wilayah tersebut.
Sebagian besar air dari Waduk Gajah Mungkur digunakan untuk mengaliri saluran irigasi lahan pertanian, baik melalui saluran Colo Barat maupun Colo Timur. Dengan total lahan pertanian yang mendapatkan suplai air dari waduk tersebut adalah sekitar 25.000 hektar.
Sesuai dengan arahan Menteri PU, jika diperlukan, pengaturan lebih lanjut dapat dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk mengatasi kekurangan air.
Ir. Astria Nugrahany, ST. M.Sc.
Kepala DJA WS Bengawan Solo - Perum Jasa Tirta I








