Bupati Jember, Gus Fawait
Klikwarta.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mencatat capaian positif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juni 2026, tingkat inflasi tahunan (year on year/YoY) Kabupaten Jember berada di angka 3,13 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam mengendalikan pergerakan harga barang dan menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian global.
Menurutnya, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, tetapi memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang relatif stabil serta menciptakan iklim usaha yang sehat bagi para pelaku ekonomi.
Data BPS juga menunjukkan inflasi bulanan (month to month) Jember pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,11 persen, sedangkan inflasi sejak awal tahun (year to date) mencapai 1,35 persen. Capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, yakni 1,5 hingga 3,5 persen.
Gus Fawait menjelaskan, perjalanan pengendalian inflasi sepanjang setahun terakhir sempat menghadapi tantangan.
Setelah berada di level 2,80 persen pada Januari 2026, inflasi sempat melonjak hingga 4,86 persen pada Februari. Namun, melalui berbagai langkah pengendalian, angka tersebut berhasil ditekan secara bertahap menjadi 3,88 persen pada Maret, 2,88 persen pada April, 3,52 persen pada Mei, dan kembali turun menjadi 3,13 persen pada Juni 2026.
Ia menilai tren tersebut menunjukkan efektivitas kebijakan yang dijalankan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga di daerah.
Keberhasilan itu, lanjutnya, merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, serta berbagai pihak lainnya.
Sejumlah strategi terus diperkuat, mulai dari menjaga produktivitas sektor pertanian sebagai penopang pasokan pangan, memperlancar distribusi barang, menggelar operasi pasar dan pasar murah secara berkala, hingga memastikan sistem transportasi dan logistik berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan komoditas.
"Inflasi yang terkendali merupakan hasil kerja sama semua pihak. Kondisi ini penting untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan kepercayaan pelaku usaha, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Jember," ujar Gus Fawait, Selasa (7/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mempertahankan tren positif tersebut melalui penguatan koordinasi lintas sektor agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pewarta: Maria








