Kemenekraf Dukung Program Kemen PKP Bantu Pejuang Ekraf Miliki Rumah

Rabu, 26/03/2025 - 23:08
Wamenekraf Irene Umar mendukung program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam menyediakan hunian subsidi bagi pejuang ekonomi kreatif, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Selasa (25/03/2025).

Wamenekraf Irene Umar mendukung program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam menyediakan hunian subsidi bagi pejuang ekonomi kreatif, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Selasa (25/03/2025).

Klikwarta.com, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendukung program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP) agar masyarakat bisa memiliki hunian. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyoroti para pejuang ekraf yang bisa memanfaatkan program dari Kemen PKP.

“Program ini sangat membantu masyarakat guna mendapat hunian terjangkau dan berkualitas. Prioritasnya tentu berdasarkan data-data para pejuang ekraf dan komunitas yang memenuhi kriteria dari Kementerian PKP. Kita akan lihat dan data kembali siapa saja yang bisa mendapat manfaat dari program ini,” kata Wamenekraf Irene dalam pertemuan yang berlangsung di Wisma Mandiri 2, Jakarta pada Selasa, 25 Maret 2025.

Wamenekraf Irene menyampaikan hal itu dalam pertemuan yang dihadiri langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Mereka  saling mendukung Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk mendapat hunian layak termasuk bagi para pekerja informal.

Dukungan bersama ditujukan terhadap Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diprioritaskan Kemen PKP sehingga para pekerja ekraf dapat alokasi bantuan rumah subsidi. Wamenekraf Irene juga menambahkan program ini bisa berperan menggeliatkan kembali perekonomian apalagi sinergi antarkementerian ini bisa memperkuat jaminan sosial akan perumahan bagi para pejuang ekraf.

“Ekonomi kreatif itu terdiri dari 17 subsektor, melalui program yang akan dijalankan Kementerian PKP, kita bisa lakukan konsolidasi data terhadap ekosistem ekonomi kreatif yang sudah terbentuk untuk persiapan Kementerian PKP ke depan, termasuk bagi para pegawai, pejuang ekraf, dan komunitas asalkan sesuai syarat,” kata Wamenekraf Irene.

“Kita lihat lagi income atau berapa gajinya. Bahkan, bagi yang tidak punya slip gaji juga bisa memanfaatkan rumah subsidi sehingga mereka bisa punya hunian layak yang berkualitas,” imbuh Wamenekraf Irene yang didampingi Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kemenekraf Fahmy Akmal.

Sementara itu Menteri PKP Maruarar Sirat memaparkan kerja samanya dengan para pengembang perumahan yang berkualitas dan bertanggung jawab serta lembaga keuangan seperti bank sebagai penyalur KPR subsidi. Harapannya hal itu bisa memfasilitasi masyarakat yang tanpa slip gaji seperti pedagang kuliner sekalipun bisa ikut program perumahan subsidi.

“Hari ini kita bicara soal mempersiapkan rumah subsidi bagi pejuang ekonomi kreatif dan Kader Lapangan BKKBN.  Hal ini sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo bahwa program ini harus terjaga kualitasnya dan tepat sasaran sehingga bantu memudahkan pekerja informal membeli rumah,” ujar Menteri Maruarar.

"Penting untuk terus bagaimana konsumen yaitu rakyat bisa diedukasi dapat rumah subsidi yang berkualitas. Kualitas harus dijaga, dana subsidi juga tepat sasaran, untuk itu data MBR harus pakai dari BPS agar hanya mereka yang berhak dan layak mendapat bantuan rumah subsidi bisa jelas," imbuh Menteri Maruarar.

Di tempat yang sama Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengapresiasi sinergi antarkementerian ini. Dia pun berharap program dari Kemen PKP dapat bermanfaat lebih luas. 

“Sudah saatnya negara hadir dalam memenuhi kebutuhan rumah untuk rakyat. Saya kira ini kolaborasi yang sangat positif untuk mencari dan mempersiapkan rumah subsidi terutama bagi Kader Lapangan BKKBN. Apalagi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) juga punya program Pengendalian Penduduk dan Pembangunan Keluarga sebagai bagian penting dari strategi Pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk Indonesia dimulai dari rumah,” ujar Wamendukbangga Isyana Bagoes Oka.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di bawah kepemimpinan Menekraf Teuku Riefky Harsya dalam 5 tahun menargetkan pencapaian 27 juta lapangan kerja khususnya generasi muda, dalam tujuan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Dibantu Irene Umar sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Menekraf Riefky mendorong 17 subsektor ekraf untuk mewujudkan visi misi Prabowo-Gibran, khususnya Asta Cita nomor 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.

Melalui penguatan ekosistem secara hexahelix, Kementerian Ekraf/Badan Ekraf diyakini akan mampu menjadi the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait