Ilustrasi Istimewa.
Oleh: Marsha Awang Lisba Siella, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Perkembangan zaman selalu berganti pada setiap periodenya, hal ini menjadi acuan dalam pertumbuhan tingkat penggunaan narkoba. Pada dunia globalisasi membuat generasi muda memiliki lingkungan yang bebas, dan menjadi ancaman yang sangat nyata bagi perkembangan generasi muda saat ini.
Pecandu narkoba pada generasi muda mulai berkembang pesat di Indonesia. Dimana usia tersebut merupakan usia yang sangat produktif untuk belajar maupun berkegiatan lainnya. Generasi muda perlu memiliki pengetahuan yang benar dan efektif mengenai narkoba dan juga memiliki kemampuan untuk menghindari budaya narkoba pada usia dini. Hal ini akan memberi dampak yang baik bagi kalangan usia remaja.
Citra generasi muda yang dikenal cerdas dan berprestasi akan pudar akibat penyalahgunaan narkoba yang bisa merusak syaraf , bahkan menyebabkan generasi muda tidak dapat berfikir cerdas dan minim inovatif. Untuk itu pembentukan kesadaran bagi generasi muda menjadi sangat penting dilakukan, dalam menghindari penyalahgunaan narkoba. Hal ini perlu dilakukan dengan memberikan penyuluhan yang efektif di setiap institusi pendidikan di Indonesia.
Dampak narkoba sendiri sangat buruk dan berisiko jika generasi muda menggunakannya. Hal ini akan memicu kecanduan serta perkembangan otak akan terganggu hingga mempengaruhi masa depan mereka. Selain itu narkoba bisa mengakibatkan penyakit berbahaya pada kesehatan di masa mendatang. Dimana dapat berisiko mengalami penyakit jantung, tekanan darah tinggi, bahkan mengakibatkan kematian.
Dampak negatif mengkonsumsi narkoba juga dapat menurunkan kualitas hidup. Hal ini terjadi karena pengguna narkoba cenderung tidak fokus dalam menjalani aktivitas. Berakibat pada masalah finansial dan masalah lainnya. Sehingga bisa mengacaukan kehidupan generasi muda. Pengguna narkoba juga dapat menyebabkan gangguan emosi karena tidak mampu mengendalikan emosinya sendiri. Selain itu mengakibatkan depresi dan kecemasan hingga mengalami rasa takut yang berlebihan.
Penggunaan narkoba dalam jangka pendek menyebabkan dampak buruk seperti, susah tidur, perubahan kemampuan kognitif, perubahan nafsu makan, berbicara menjadi tidak jelas, hilangnya koordinasi gerak tubuh, peningkatan detak jantung, dan rasa euforia sementara.
Pada kehidupan sosial, penggunaan narkoba juga memberikan dampak buruk bagi generasi muda, seperti buruknya performa akademis, meningkatnya perilaku impulsif, terdapat masalah hubungan dengan teman maupun keluarga dan hilangnya ketertarikan pada kegiatan yang menyenangkan.
Selain itu pengguna narkoba dapat berisiko HIV/AIDS. Hal ini penggunaan narkoba yang menggunakan jarum suntik berisiko mengidap penyakit yang ditularkan melalui darah tersebut, bila jarum suntik tersebut digunakan secara bersamaan atau bergantian. Maka darah dari tubuh penderita akan masuk ke orang lain dan virus dapat ditularkan.
Sudah seharusnya generasi muda membentuk kesadaran dengan upaya pencegahan untuk menghindarinya. Seperti menghindari pengaruh buruk dari lingkungan pergaulan yang tidak adanya nilai positif. Maka sebaiknya mencari lingkungan pertemanan yang baik, yang mengajak pada hal-hal yang sifatnya positif dan produktif.
Upaya juga dapat dilakukan dengan mencegah penyalahgunaan narkoba seperti menjalani kehidupan yang seimbang. Hal ini perlu dilakukan karena alasan seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba karena memiliki kehidupan yang tidak seimbang. Dalam hal ini untuk menjalani kehidupan yang seimbang sangat penting untuk dilakukan. Dengan melakukan kegiatan positif, seperti bersosialisasi dengan lingkungan, dapat mengenal dan memahami diri sendiri, dan yang terpenting selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. (*)








