Muncul Varian Covid-19 Baru, Komisi E Minta Prokes Kembali Ditingkatkan 

Jumat, 24/06/2022 - 20:02
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana

Klikwarta.com, Jatim - Munculnya varian Covid-19 baru yakni omricon BA.4 dan BA.5 harus dilakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya cluster. Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga prokes  untuk mencegah peningkatan Covid-19 dan kembali terjadi pandemi.

“Sekarang ini masih banyak masyarakat yang sudah melepas masker dengan anggapan pandemi sudah selesai. Padahal sekarang ini ada peningkatan lagi,” ujar politisi PDI Perjuangan ini, Jumat (24/6/2022).

Menurut wanita asal Kediri ini,  omicron jenis BA.4 dan BA.5 ini penularannya lebih cepat daripada covid-19 lainnya sehingga penerapan prokes harus tetap dijalankan di lingkungan masyarakat. Selain itu, pola hidup masyarakat bersih dan sehat tetap terjaga. 

Wara Sundari menyebut saat ini prokes masyarakat mulai longgar dan ada euphoria. Mengingat sudah lama tidak ada kegiatan secara massal. 

"Sering dijumpai tontonan massal juga sering dijumpai . Ini yang harus diperhatikan oleh masyarakat,” tuturnya.

Mantan ketua DPRD Kediri ini menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kembali kewaspadaan atas meningkatnya pandemi.

“Prokes harus dikuatkan kembali dan utama sekali. Waspada itu penting karena virus itu tidak Nampak. Masyarakat bisa memilih dan memilah untuk menjaga prokes itu dengan baik. Jangan sampai abai,” terangnya.

Ke depan Wara Sundari berharap prediksi Menkes ada puncak kembali covid-19 pada Juli mendatang tak terjadi. Asalkan masyarakat benar-benar menerapkan prokes tersebut.

Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur menyebut kasus Covid-19 di Jatim kembali meningkat sehingga perlu menjadi perhatian dan kewaspadaan masyarakat. 

Juru Bicara dan anggota rumpun kuratif Satgas Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan dalam beberapa minggu terakhir ini tren kasus Covid-19 di Jatim memang mengalami peningkatan cukup signifikan.
 
“Kenaikan kasus Covid-19 di Jatim ini juga mengikuti tren nasional. Biasanya di Jatim angka kasus baru Covid-19 adalah kurang dari 30 kasus per hari, sekarang menjadi 40-50 kasus per hari,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Jibril mengatakan, peningkatan kasus ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga protokol kesehatan. Selain itu diperlukan kesadaran masyarakat terutama masyarakat yang belum menuntaskan vaksin dosis kedua. Bahkan vaksin booster.

"Karena masih ada masyarakat yang belum vaksin kedua dan booster. Harapannya ini diselesaikan karena kenaikan kasus ini termasuk yang terjadi di negara tetangga seperti Singapura yakni varian Omicron BA.4 dan BA.5,” pungkasnya.

(Pewarta: Supra)

Related News