Pembinaan UMKM di perbatasan
Klikwarta.com, Belu, NTT – Sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Turiscain berpartisipasi dalam kegiatan “Percepatan Pencapaian Sasaran Pembangunan” yang dicanangkan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (30/05/2026) di Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan Satgas dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, personel Pos Turiscain bersama Pos Dafala melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada bidang produksi tempe dan keripik pisang. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada warga mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat desa.
Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Yosef Rasi, M.Si., beserta unsur terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok daerah.
Sementara itu, Danki 2 Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Kapten Arm Galang, menyampaikan bahwa keikutsertaan Satgas dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. “Kami berharap sosialisasi UMKM ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan baru bagi warga untuk mengembangkan usaha yang produktif. Satgas tidak hanya hadir menjaga perbatasan, tetapi juga berupaya membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan,” ujarnya. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang kuat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah perbatasan RI–RDTL.








