Cegah Penyebaran Covid-19, Kodim 1805/Raja Ampat Gelar Sosialisasi

Senin, 20/04/2020 - 20:19
Kodim 1805/Raja Ampat Gelar Sosialisasi

Kodim 1805/Raja Ampat Gelar Sosialisasi

Klikwarta.com, Raja Ampat, Papua Barat - Untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19, Kodim 1805/Raja Ampat gelar sosialisai yang berlangsung di Aula Wayag Kantor Bupati Raja Ampat pada, senin (20/04/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dandim 1805/ Raja Ampat Letkol Inf. Josep Paulus Kaiba Asisten I Pemda Raja Ampat, Muhiddin Umalelen,S.Sos Mec. dev, Ketua MUI Raja Ampat, Abu Bakar Lodji S,Ag, Ketua FKUB Raja Ampat Genos Burdam S. Th, beberapa Pimpinan OPD di lingkungan Pemda Raja Ampat dan sejumlah tokoh Agama di Kota Waisai.

Dalam sambutannya Dandim 1805/ Raja Ampat  Letkol Inf. Josep Paulus  menjelaskan, kondisi di dunia luar hari ini kita bisa menonton dan menyaksikan dampak dari akibat  Covid-19.  Wabah virus ini bukan hanya terjangkit pada orang-orang tertentu tetapi semua aparat Negara, Pemerintah, dan masyarakat, terkena wabah virus covid-19 ini.

“Dalam anjuran Pemerintah, sebagai tokoh Pemerintah, tokoh Agama, kita harus ikuti dengan baik, untuk mengatasi wabah Covid-19”, pintanya.

Lo

Terkait dengan adanya oknum yang tidak mengindahkan himbauan Pemerintah , tegasnya, akan kami tindak, karena keberadaan kami sebagai alat pertahanan utama Negara, sehingga apa yang telah menjadi himbauan dari Pemerintah akan tetap kami kawal.

“Jadi jangan sampai ada masyarakat yang menjadi provokator yang dapat menimbulkan keresahan ditengah masyarakat”, tandasnya.

Dandim 1805/ Raja Ampat Letkol Inf. Josep Paulus Kaiba juga menerangkan, ternyata masih banyak pelanggaran, karena tingkat pemahaman dan penghayatan masyarakat tentang situasi ini tidak sama, TNI- Polri akan ikut turun tangan secara selektif dibantu oleh Satpol PP untuk melakukan pembubaran terhadap kerumunan-kerumunan warga.

“Patut kita syukuri Kabupaten Raja Ampat ini tetap terjamin keamanannya, namun terkait dengan adanya wabah ini perlu kita antisipasi masyarakat yang masuk melalui pintu-pintu tidak resmi yang telah ditetapkan oleh Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Raja Ampat”, ucapnya.

Ia juga menyarankan untuk dilakukan penyemprotan disinfektan ditempat- tempat umum dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak berkumpul diatas waktu yang telah ditentukan.

“Pengawasan terhadap orang yang masuk, bukan hanya dari Sorong, bisa saja mereka itu ada dari luar. Ini yang harus di waspadai”, katanya.

Dia juga tegaskan, terhadap larangan kepada mereka yang masih berkumpul dalam kegiatan serta aktivitas  di luar dan di dalam harus di batasi, termasuk beribadah, jumlahnya tidak melebihi dari kapasitas yang dilarang. 30 orang itu tidak boleh.

Apabila larangan ini kita laksanakan secara maksimal, lanjutnya, hasilnya Pasti baik, tokoh-tokoh penting kita yang ada di Daerah sinilah yang harus menjabarkan ke bawah.

“Kita bicara tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepan yang kita tidak tahu dan kita ambil yang terburuknya”, cetus Dandim.

Sementara Asisten I Pemda Raja Ampat Muhiddin Umalelen,S.Sos Mec. dev juga menyampaikan, pencegahan  dalam pelaksanaannya kemarin di lapangan kebanyakan masyarakat semuanya sudah sudah siap terhadap pencegahan seluruhnya. 

“Masyarakat juga harus membackup perjalanan  keluar maupun masuk di wilayahnya masing-masing, jadi tidak ada lagi orang luar yang masuk ke Kabupaten Raja Ampat. Ini adalah bagian dari pencegahan terhadap penyebaran Covid-19”, ungkapnya.

(Pewarta : Mustajib)

Berita Terkait