Webinar Literasi Digital di SMPN 1 Kotabumi Lampung
Klikwarta.com, Lampung - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung mulai bergulir. Pada hari selasa, tanggal 28 Februari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan Webinar bertajuk tema “Belajar Hak dan Tanggungjawab di Ruang Digital”. Kegiatan ini merupakan Kerjasama Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI dengan SMPN 1 Kotabumi dengan melibatkan para siswa sebagai audiensnya.
Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. "Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik," katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen pelajar SMP ini, sukses dihadiri oleh sekitar 300 peserta daring, dan juga dihadiri beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.
Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari Dirjen Aplikasi Informatika Samuel A. Pangerapan dan narasumber yakni Dian Ikha Pramayanti, SP.t., M.Si (Dosen, Writerpreneur, dan Entrepreneur), Tuti Rospasari, M.Pd (Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara), kemudian Reny Risty Yanti (Presenter) bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan Siti Kusherkatun, S.Pd.I (Unit Tugas : SKh YKDW 02 Kota Tangerang) sebagai juru bahasa isyarat. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.
Pada sesi pembuka, Reny Risty Yanti selaku Key Opinion Leader (KOL) menyampaikan bahwa penggunaan media sosial merupakan kegiatan yang sehari hari dilakukan, dunia dibagi menjadi dua yaitu dunia nyata dan dunia maya karena hampir semua masyarakat menggunakan media sosial tanpa ada batas ruang dan waktu. Tetapi dibalik ruang digital yang bebas berekspresi terdapat juga hal negatif yang harus dihindari, gunakanlah ruang digital dengan konten-konten informatif. Penuhi tanggung jawab dengan bijak dalam menggunakan media sosial.
“karena banyak anak di bawah umur yang menggunakan medsos, maka penuhilah media sosial kalian tuh dengan konten-konten yang positif. Banyak tren ngemis online seperti mandi lumpur, itu cara penggunaan media sosial yang tidak baik dan tidak bertanggung jawab. Cara bertanggung jawab di media sosial jangan asal sharing, tapi saring sebelum sharing,” jelas Reny.
Giliran narasumber pertama, Dian Ikha Pramayanti, SP.t., M.Si memberikan pemaparan tentang hak dan tanggung jawab di ruang digital. Kecakapan digital di Indonesia masuk kategori sedang, masyarakat dipandang perlu dalam mengakses, menyaring dan memanfaatkan setiap informasi yang ada didalam dunia digital, dengan cara memberikan kontrol pada diri sendiri karena sosial media tidak ada filter. Sebagai pelajar harus mampu mengetahui tanggung jawab yang ada di dunia nyata, keseimbangan di dunia nyata dan dunia digital sangat penting, menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam hidup, mengembangkan karakter baik sangat diperlukan, berpartisipasi dalam kegiatan diluar rumah untuk menjalin kebersamaan dengan teman di dunia nyata dan juga mengatur waktu dalam penggunaan teknologi karena Generasi Z menghabiskan waktu terlama dalam menggunakan internet.
“Untuk mewujudkan keseimbangan pribadi diperlukan kedisiplinan aturan dan juga manajemen waktu dengan kontrol diri dari guru dan orang tua sangat penting untuk keseimbangan kehidupan generasi Z saat ini untuk kreativitas dan juga produktivitas. Harus mempunyai batasan dalam bermain di dunia digital, tidak berlebihan,” tegas Dian.
Tampil sebagai narasumber kedua, yaitu Tuti Rospasari, M.Pd menyampaikan materi tentang etika kita di ruang digital. Etika digital merupakan aturan yang dibuat untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh penggunaan teknologi digital. Akses digital semakin mudah diperoleh karena perkembangan teknologi, tantangannya dengan memanfaatkan akses secara bertanggung jawab tidak merugikan orang lain, memahami etika penting karena berinteraksi dengan berbagai macam orang dengan latar belakang budaya yang berbeda, memiliki kesadaran untuk mengenali resiko yang muncul di dunia digital seperti dampak positif dan negatif. Etika yang harus diterapkan dalam media sosial meliputi etika berkomunikasi, memastikan kebenaran informasi, tidak menyebarkan data pribadi, menghargai hasil karya orang lain, tidak menyebarkan informasi yang tidak baik.
“Dampak positif dari media sosial yaitu memudahkan berkomunikasi, memudahkan mencari informasi-informasi dengan cepat dan tepat, sebagai media berbisnis bagi pebisnis, sebagai media hiburan dan sebagai media pembelajaran. Dampak negatif media sosial yaitu mengganggu kesehatan tubuh ataupun mental dari pengguna jika tidak menggunakan dengan baik, timbulnya perasaan iri hati dan ingin mencari perhatian lewat media social, adanya situs situs terlarang, situs perjudian dan juga pornografi, dan timbulnya orang-orang yang menyebarkan berita atau informasi palsu atau hoax yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama dan Ras),” kata Tuti.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Devin Azahra yang mengajukan pertanyaan Bagaimana si cara menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan berguna dari media sosial dan menggunakan nya dengan bijak?
Narasumber Dian Ikha Pramayanti, SP.t., M.Si menanggapi bahwa rekam jejak digital dimedia sosial tidak bisa hilang, jadi apabila kita memposting hal-hal positif itu akan sangat menguntungkan untuk kita. Salah satunya memposting hasil karya yang telah kita buat, memposting cerita dan pengalaman positif. Menjadi spesialis digital marketing yang merupakan sebagai admin sosial media agar dapat membantu mempromosikan produk orang lain yang akan menghasilkan uang. Menjadi afiliator link contohnya Shopee untuk menghasilkan uang.
Sesi tanya jawab selesai. Moderator kembali memanggil key opinion leader Reni Risti Yanti. Beliau menyampaikan, generasi pelajar memiliki banyak sekali ruang dan hal dalam penggunaan media sosial. Media sosial merupakan cerminan diri setiap orang karena itu bijaklah dalam bermedia sosial dengan mengakses informasi positif dan memperhatikan keamaan bermedia digital agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Viralkan yang penting-penting bukan yang penting viral. Keamanan diruang digital sangat penting untuk saat ini agar terhindar dari kejahatan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Semangat dalam membuat konten, jangan pernah takut apabila hal yang diposting konten positif,” ujar Rini.
Setelah berbincang-bincang dengan Key Opinion Leader selesai, moderator memberikan kesimpulan dari pemaparan materi-materi webinar sesi pagi ini dan mengumumkan sepuluh pemenang lainnya yang berhasil mendapatkan voucher e-money sebesar Rp. 100.000. Moderator mengucapkan terima kasih kepada ketiga narasumber, dan seluruh peserta webinar. Pukul 12.00 WIB webinar literasi digital selesai, moderator menutup webinar dengan mengucapkan salam, terima kasih dan tagline Salam Literasi Indonesia Cakap Digital.
Kegiatan Literasi Digital Sektor Pendidikan di Provinsi Lampung merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024. Adapun Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id.
(Kontributor : Arif)








