Penutupan Exit Jalan Tol, WNA Asal China Diputarbalikkan Ke Arah Semarang

Senin, 19/07/2021 - 10:55
Tim gabungan TNI Polri dan Satpol PP kabupaten Kendal memutar balikkan ratusan kendaraan bermotor seperti mobil pribadi, truk dan bus dari arah Jakarta di Exit Tol Kaliwungu pada pelaksanaan penutupan exit tol hari Ketiga, Minggu (18/7/2021).
Tim gabungan TNI Polri dan Satpol PP kabupaten Kendal memutar balikkan ratusan kendaraan bermotor seperti mobil pribadi, truk dan bus dari arah Jakarta di Exit Tol Kaliwungu pada pelaksanaan penutupan exit tol hari Ketiga, Minggu (18/7/2021).

Klikwarta.com, Kendal- Tim gabungan TNI Polri dan Satpol PP kabupaten Kendal memutar balikkan ratusan kendaraan bermotor seperti mobil pribadi, truk dan bus dari arah Jakarta di Exit Tol Kaliwungu pada pelaksanaan penutupan exit tol hari Ketiga, Minggu (18/7/2021).

"Pada hari pertama penutupan exit tol Kaliwungu ini, sampai dengan sore ini kami telah memutar balikkan sekitar seratusan KBM dari arah Jakarta. KBM tersebut campuran ya mulai dari mobil pribadi, truk, bus dan travel," kata Wakapolsek Kaliwungu, IPTU Agus Suwandi, Minggu (18/7/2021).

Dari tiga exit tol yang ada di Kabupaten Kendal, hanya pintu keluar tol Kaliwungu yang tidak ditutup total dengan dijaga petugas. 

"Pintu exit tol kami jaga ketat namun tidak ditutup total. KBM yang masuk melalui tol Kaliwungu masih bisa. Jadi yang kami sekat pintu keluarnya saja," jelasnya. 

Semua kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga truk pengangkut barang diperiksa kelengkapan perjalanan dan bukti kesehatan yang masih berlaku baik itu surat hasil swab atau antigen dan surat telah vaksinasi. 
Hanya kendaraan yang masuk sektor esensial dan kritikal saja yang bisa melalui exit tol Kaliwungu.
Kalau para pengemudi tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan perjalanan atau STRP, surat telah vaksin dan hasil swab atau antigen maka petugas akan memutar balikkan kendaraan.

"Jadi kendaraan yang bisa keluar melalui exit tol Kaliwungu adalah kendaraan yang memenuhi kriteria esensial dan kritikal. Itupun pengemudinya kita minta untuk menunjukkan surat STRP, hasil swab atau antigen dan surat telah vaksinasi. Kalau ngga bisa nunjukin ya putar balik," terangnya.
Hingga Minggu,(18/7/2021) siang, khusus di exit tol Kaliwungu, petugas sudah memeriksa ratusan kendaraan yang keluar tol hendak ke arah Kota Kendal dan Kota Semarang.
Tak hanya mobil pribadi, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap pengendara angkutan umum, dan juga truk pengangkut barang.
Di antaranya puluhan bus dan truk yang tidak membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

"Hingga siang ini, ada seratusan KBM (kendaraan bermotor) yang diputar balik. Ada 15 bus dan puluhan truk serta mobil pribadi karena tidak membawa STRP, bukti vaksinasi, dan hasil tes swab antigen," ungkapnya.
Truk angkutan barang yang diputar balik adalah truk yang membawa muatan tidak termasuk dalam sub bagian esensial dan critical.
Petugas tetap memperbolehkan kendaraan yang keluar tol melalui exit tol Kaliwungu yang masuk dalam pengecualian.

Seperti kendaraan di bidang industri ekspor, energi, kesehatan, industri makanan dan minuman, logistik dan transportasi, petrokimia, konstruksi dan beberapa kategori lainnya.
Petugas bertindak tegas kepada setiap pengendara sekalipun berangkat dari Jakarta atau dari luar Jawa. 

"Penyekatan akan terus dilakukan selama 24 jam sampai 22 Juli nanti. Semua kendaraan diperiksa kelengkapan syarat yang sudah ditetapkan," tuturnya.

Selain truk dan angkutan umum, petugas juga memutar balik mobil pribadi yang melakukan perjalanan dengan tujuan pribadi. 
"Untuk mobil pribadi yang tidak masuk sektor esensial dan kritikal kami putar balik," lanjutnya. 
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menjumpai salah seorang WNA asal China yang mengemudikan mobil pribadi. 

WNA tersebut tidak bisa menunjukan surat-surat kesehatan dan perjalanan bahkan WNA tersebut tidak bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris. 
Akhirnya petugas meminta pengemudi memutar balik arah menuju ke Semarang. 
"Kami temukan seorang WNA yang tidak membawa surat kesehatan dan STRP. Dia tidak bisa bahasa Indonesia atau Inggris ya akhirnya kita suruh putar balik saja menuju ke Semarang," pungkasnya.

Pewarta : Peni Kusumawati

Related News

loading...