Walikota Blitar Santoso Buka Pertura Diskominfotik Kota Blitar Tahun 2021 (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com, Blitar - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar pertunjukan rakyat bertajuk 'Cincing Cincing Mekso Klebus' secara daring atau disiarkan melalui live streaming YouTube Pemkot Blitar.
Kegiatan ini dilakukan untuk dijadikan sarana pemerintah daerah dalam mensosialisasikan regulasi dan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Plt. Kepala Diakomintik Pemkot Blitar Mujianto menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peraturan perundang undangan tentang cukai dan memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus memberikan tauladan atau tuntunan sikap perilaku bermasyarakat.
"Walaupun jumlah penonton terbatas tetapi untuk kepentingan sosialisasi yang lebih luas nantinya pagelaran pertunjukan rakyat ini akan diviralkan melalui berbagai saluran media yang dikelola oleh Diskominfo,” kata dia, Selasa (30/11/2021).
Dikatakannya, tema pagelaran sendiri sesuai dengan misi pendanaan yaitu memberi edukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi ketentuan cukai rokok dimana rokok ilegal yang masih beredar di Blitar supaya dipahami sebagai sesuatu yang terlarang.
”Jadi masyarakat masih sering terlihat rokok putihan atau rokok bodong, kondisi seperti ini kalau dibiarkan, lebih-lebih masyarakat ikut larut di dalam memberikan dukungan maka pemerintah atau negara akan banyak yang dirugikan oleh kegiatan yang tidak bertanggung jawab dan merupakan pelanggaran undang-undang nomor 39 tahun 2007 yang bisa dikenai sanksi hukum,” jelas Mujianto.
Terpisah, Walikota Blitar Santoso berharap kepada para warga dan peserta sosialisasi yang menyaksikan pertunjukan rakyat supaya mengikuti dengan baik informasi yang dipaparkan Kantor Bea Cukai melalui kolaborasi cerita yang ditampilkan.
“Harapannya, melalui pentura ini nanti bisa diinformasikan kepada warga masyarakat agar pencegahan peredaran produk rokok bodong atau tidak bercukai asli bisa ditekan,” jelasnya.
Santoso menambahkan, salah satu ajaran Tri sakti yang disampaikan Bung Karno adalah Indonesia harus berkepribadian kebudayaan. Maka melalui kegiatan Pentura adalah wujud bagaimana menterjemahkan salah satu Tri Sakti Bung Karno tersebut.
(Pewarta : Faisal NR)








