Bus Transjatim Dikecam, Dishub Jatim Tebar Janji Manis ke Serikat Sopir

Jumat, 07/07/2023 - 09:18
Kepala Dishub Jatim, Nyono

Kepala Dishub Jatim, Nyono

Klikwarta.com, Jatim - Dinas Perhubungan Jawa Timur akhirnya menebar janji pasca adanya pengecaman bus Transjatim oleh Serikat Sopir Indonesia (SSI) menjelang peluncuran bus di Koridor II rute Terminal Purabaya, mulai hingga Terminal Kertajaya, Mojokerto pada Agustus atau September. Janji tersebut yakni sebagian sopir akan diakomodir menjadi pengemudi bus Transjatim.

Bus Transjatim dikecam karena telah membuat penghasilan sopir angkutan kota menurun drastis.

Kepala Dishub Jatim, Nyono menyebut bahwa bus Transjatim kemungkinan beroperasi antara bulan Agustus atau September mendatang. Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih ada sejumlah problem yang masih harus diselesaikan, yakni merampungkan halte atau shelter yang masih kurang 30 persen.

“Target kami sebelum ulang tahun Provinsi Jawa Timur bisa selesai dan beroperasi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono, Kamis 6 Juli 2023.

Nyono membeberkan bahwa saat ini memang masih ada kendala yang harus diakomodir.  Yakni mengakomodir beberapa feeder terutama trayek yang terdampak Trans Jatim terutama koridor II.  

Diketahui pengemudi angkutan kota dari Surabaya dan Sidoarjo yang tergabung dalam Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jawa Timur mendatangi DPRD Jawa Timur, Senin (3/7). Para pengemudi angkot ini mengaku khawatir dioperasikannya Bus Trans Jatim, serta penambahan koridor baru yakni Mojokerto-Surabaya menimbulkan dampak negatif dan membuat para sopir kehilangan penumpang. 

“Akomodirnya dalam bentuk bisa merekrut sopir untuk menjadi sopir Bus Trans Jatim. Tapi tidak semua sopir bisa kita rekrut. Harus yang memenuhi syarat, kalau terlalu tua sekali kan kasihan karena ini menyangkut keselamatan,” katanya.

Nyono menambahkan terkait feeder sudah dibicarakan dengan para sopir yang terdampak. Yakni sekitar 80-100 persen terdampak akibat operasional Bus Trans Jatim.

“Nantinya Bus Trans ini sebenarnnya sebagai pengumpan (feeder) bagi para sopir ini. Artinya penumpang yang turun dari Bus Trans Jatim bisa dijemput oleh feeder ini. Termasuk angkutan online. Yang penting harapan kami Bus Trans Jatim bisa jalan dulu,” tuturnya. 

Sementara Kasi Prasarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan  Jatim Ainur Rofiq mengatakan terkait keluhan para sopir ini, pihaknya sebenarnya sudah memfasilitasi. Misalnya untuk sopir yang sebagian sudah bekerja di trans jatim.

”Tapi kalau minta ditampung semua jelas tidak bisa,” ucapnya. .

Soal lainnya terkait dengan upaya dishub yang nantinya akan bekerjasama dengan angkot. Terutama menjadikan mereka sebagai feeder, angkutan penyalur yang bisa membantu masyarakat melanjutkan ke tempat tujuan. Tentu, tetap ada catatan bagi angkot yang nantinya bakal dijadikan feeder itu. Di antaranya kondisi armada masih layak dan nyaman bagi masyarakat. 

Penyediaan transportasi umum oleh Pemprov Jatim ini sebagai upaya mengembalikan minat masyarakat untuk kembali transportasi publik. Caranya dengan menyediakan angkutan berbiaya murah, nyaman, dan aman. 

“Jika masyarakat sudah mulai kembali ke transportasi publik, nantinya juga akan berdampak baik pada arus lalu lintas,” pungkasnya. 

Sebelumnya puluhan pengemudi angkutan kota dari Surabaya dan Sidoarjo yang tergabung dalam Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jawa Timur mendatangi DPRD Jawa Timur. Mereka mengecam operasionalnya Bus Trans Jatim karena penghasilannya merosot. 

Penambahan koridor baru yakni Mojokerto-Surabaya menimbulkan dampak negatif dan membuat para sopir kehilangan penumpang.

“Jadi keluhan kami adalah keberadaan Bus Trans Jatim jangan sampai mematikan eksisting (keberadaan) angkutan yang ada,” ujar Ketua SSI Jatim Siswoyo.

Kemudian, lanjut  Siswoyo, dari pertemuan tersebut, untuk mensupport secara ekonomi sopir maka pemerintah provinsi Jatim berjanji akan memberikan jaminan subsidi operasional serta mensinergikan jalur penumpang antara Bus Trans Jatim yang sudah beroperasi. “Nantinya akan ada pertemuan lagi dengan untuk mematangkan dari pertemuan ini. Yang paling penting adalah angkutan umum yang diwakili oleh teman-teman SSI dapat terakomodasi mereka juga bisa bekerja,” harapnya.

Pewarta: Supra

Berita Terkait