Wujudkan Pendidikan Inklusif Sejak Dini, Karanganyar Targetkan Semua PAUD Ramah Anak Berkebutuhan Khusus

Sabtu, 18/07/2026 - 13:52
dr. Farida Rober Christanto, saat memantau pelaksanaan MPLS di KB/TK Aisyiyah Ceporan, Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Jumat (17/7/2026)

dr. Farida Rober Christanto, saat memantau pelaksanaan MPLS di KB/TK Aisyiyah Ceporan, Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Jumat (17/7/2026)

Klikwarta.com, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar mempertegas komitmennya dalam menghapus diskriminasi di dunia pendidikan. Melalui penguatan program pendidikan inklusif sejak usia dini, Pemkab Karanganyar menargetkan seluruh sarana Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah tersebut mampu menerima dan melayani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Rober Christanto, saat memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di KB/TK Aisyiyah Ceporan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Jumat (17/7/2026).

"Kami ingin tidak ada lagi orang tua yang kesulitan mencari sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Harapan kami, seluruh KB dan TK di Kabupaten Karanganyar dapat menerapkan pendidikan inklusif," ujar dr. Farida di sela-sela kegiatannya mendampingi para siswa.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Hendro Prayitno, S.H., M.M., dr. Farida berinteraksi hangat dengan para peserta didik. Suasana dinamis terlihat saat anak-anak diajak menuliskan mimpi mereka pada 'Pohon Harapan'—sebuah simbol visualisasi semangat belajar di lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.

Menurut dr. Farida, pendidikan inklusif bukan sekadar program administratif, melainkan wujud nyata pemenuhan hak asasi anak. Ia mendorong KB/TK Aisyiyah Ceporan untuk menjadi role model atau sekolah percontohan yang praktik baiknya bisa segera direplikasi oleh lembaga PAUD lain di Karanganyar.

Merespons tantangan tersebut, Kepala KB/TK Aisyiyah Ceporan, Wulansari Nurul Amanah, S.Pd., menyatakan kesiapannya. Sebagai langkah nyata dalam memberikan akses pendidikan yang setara dan terjangkau, pihaknya bahkan telah menggratiskan biaya SPP untuk seluruh peserta didik.

"Kami berkomitmen memberikan layanan berkualitas yang mudah dijangkau masyarakat. Pembebasan biaya SPP ini dilakukan tanpa mengurangi mutu pembelajaran sedikit pun," tegas Wulansari.
 
Pemkab Karanganyar meyakini bahwa sistem pendidikan yang inklusif merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Lewat kolaborasi lintas sektor, Karanganyar optimistis mampu menciptakan ruang belajar yang setara, di mana tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam mengecap bangku pendidikan.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait