Rektor Universitas Muhammadiayah Bengkulu Ahmad Dasan Membuka Seminar Nasional
Klikwarta.com - Setelah sukses mengadakan kegiatan lomba di bulan bahasa kemarin, pada jumat (2/11/2018), Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia ( Prodi BSI) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali mengadakan Seminar Nasional di Kampus IV UMB.
Mengusung tema 'Mengukuhkan Bahasa dan Sastra Melalui Pembelajaran Bermuatan Kecerdasan Ganda dan Kearifan Lokal', Prodi BSI-UMB menghimpun dan menyatukan pendapat pemikiran, ide cemerlang, dan konstruktif komperhensif tentang pembinaan mahasiswa berkarakter dari pendidik dan pelaku bahasa juga membahas tentang fenomena bahasa dalam ranah media cetak dan elektronik bermuatan kecerdasan ganda dan kearian lokal.
Rektor UMB Ahmad Dasan mengungkapkan pengaruh besar Bahasa Indonesia sebagai peradaban komunikasi yang menjadi tolak ukur persatuan Bangsa Indonesia harus dilestarikan.
"Sebagai negara kepulauan kita memerlukan bahasa pemersatu, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang menjadi kebanggaan kita karena tidak hanya menjadi bahasa kesatuan namun Bahasa Indonesia ini juga banyak diminati oleh orang luar negeri untuk mempelajarinya", Katanya sembari membuka Seminar Nasional.
Penyelenggara Seminar Nasional menghadirkan Narasumber Guru Besar dari Universitas Negeri Padang, Prof. Haris Efendi dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Dra. Eni Khairani, serta Dosen UMB Dr. Hasmy Suyuti, M. Pd.
Hafiz selaku dosen BSI sekaligus panitia penyelenggara seminar nasional mengungkapkan kesepakatannya dalam pergelaran Seminar Nasional.
"Saya sangat mendukung diadakan seminar nasional, salah satunya sebagai wadah saling bertukar pikiran khususnya antara peneliti dengan akademisi, mahasiswa, pemerhati bahasa dan pemerhati sastra. Kegiatan ini juga bukan hanya seminar saja, melainkan ada prosiding sehingga peneliti lain bisa menyaksikan hasilnya dan dipublikasi", Tuturnya.
"Seminar Nasional ini adalah yang keduakalinya bersamaan dengan seminar pada September lalu, dan tujuan utama kami adalah mengajak mahasiswa dan dosen untuk memanfaatkan kearifan Bahasa Indonesia dalam persepektif lokal maupun global. Dengan menaruh mahasiswa di garda terdepan dalam pengembangan bahasa, kita ciptakan pemuda berkemajuan dan berkarakter yang mampu melestarikan Bahasa Indonesia", Sambungnya. (Bisri)








