Wartawan Tulungagung Lakukan Aksi Demo
Klikwarta.com, Tulungagung - Puluhan wartawan dari berbagai media massa mengecam aksi kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap jurnalis. Aksi solidaritas mereka gelar mulai depan Gedung DPRD Tulungagung sebagai titik kumpul dan berjalan menuju Polres Tulungagung, Rabu (31/03/2021).
Dalam aksinya, para wartawan yang sehari-harinya meliput di wilayah Kabupaten Tulungagung ini melakukan aksi teatrikal, membakar lilin, menabur bunga dan membentangkan sejumlah spanduk berisi berbagai tuntutan terkait kebebasan pers.
Dalam membawa poster yang terbentang bertuliskan ; “STOP Kekerasan Pada Jurnalis” dan “Hentikan Kekerasan Pada Insan Pers”, kemudian “Jurnalis Bukan kriminal”, kemudian “Usut Tuntas Pelaku Kekerasan Pada Rekan Jurnalis Tempo”.
Di antaranya, "Tegakkan Keadilan, Jangan Rampas Kebebasan Pers", "Jangan Rampas Paksa Alat dan Bungkam Kebebasan Kami Bekerja", "Stop!!! Kekerasan Terhadap Jurnalis" dan "Wartawan Bukan Musuh Polisi".
Aksi solidaritas bertujuan untuk mengingatkan bahwa Pers memiliki kebebasan yang diatur dalam undang-undang. Sehingga tidak semestinya aparat bertindak semena-mena terhadap jurnalis.
Peristiwa kekerasan tersebut, berawal saat Nurhadi melaksanakan tugas sebagai Jurnalistiknya pada Sabtu, (27/03/2021), terkait kasus suap pajak yang tengah diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kami harapkan untuk mengusut tuntas atas kejadian kemarin dan sangat menyesalkan, atas tindakan penganiayaan yang dialami oleh wartawan Tempo, Nurhadi, yang saat itu sedang menjalankan tugas jurnalistiknya,”ucap dari rekan jurnalis.
Periksa dan adili oknum polisi pelaku pemukulan dan perampasan alat kerja wartawan. Beri sanksi tegas agar bisa menimbulkan efek jera, Perintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk mempelajari isi dari UU PERS.
Polisi diharapkan dapat bekerja secara profesional dalam mengusut kasus ini. Apalagi kekerasan terhadap jurnalis ini bukan pertama kalinya terjadi. Kejadian ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Indonesia.
(Pewarta : Crs/Didik)








