Dampak Covid-19, Petani Sayur di Batu Bara Mengeluh

Sabtu, 28/03/2020 - 00:11
Petani Sayur di Batu Bara Mengeluh

Petani Sayur di Batu Bara Mengeluh

Batu Bara, Klikwarta.com - Salah seorang Petani Ardani (53) Warga Dusun Ladang Baru Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara, Jumat (27/03/20), Kini mengeluh karena harga komoditas pertanian merosot tajam.

Dimana, akibat dampak dari Virus Corona (Covid-19) masyarakat merasa Khawatir terhadap wabah virus yang sangat mematikan tersebut yang mengakibatkan ekonomi masyarakat menjadi merosot.

"Masyarakat takut berbelanja ke Pasar, sebelum Wabah Covid-19, harga tolak timun sebesar Rp. 1.800 per kilo, sekarang anjlok menjadi Rp. 500 per kilo, akibat timun menumpuk di pasar", ucap Ardani.

Lanjutnya Ardani, dalam kehidupan sehari-hari pencariannya menggantungkan dari hasil bertanaman sayuran, dimana, kondisi seperti ini juga dialami rekan-rekannya sesama petani.

0

Sedangkan menurut Agung Warga Kecamatan Air Putih mengaku harga jual cabe merah turun dari Rp. 24.000 per kilo menjadi Rp. 12.000 per kilo.

Selain itu, harga lainnya juga ikut merosot termasuk sayur mayur seperti terong, sawi manis, kacang panjang, kangkung dan bayam.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Masyarakat Nelayan Tradisional Batu Bara (Mantab) Batu Bara Syawaluddin Pane  menyampaikan bahwa virus Corona berdampak langsung terhadap nelayan tradisional. 

Dimana saat ini banyak nelayan tradisional di Kecamatan Medang Deras Kabupaten Baty Bara tidak melaut dikarena hasil tangkapannya sulit untuk dijual, sebab masyarakat takut berbelanja ke pasar,

"Selain itu ekspor hasil tangkapan laut juga ditutup" tutur Syawal.

Ketua Mantab Syawaluddin Pane yang juga Wakil Ketua KPAID Batu Bara berharap agar Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Batu Bara membuat terobosan menyalurkan bantuan berbentuk sembako kepada masyarakat miskin dan masyarakat yang tidak memiliki penghasilan bulanan. 

Syawaluddin Pane minta Bupati Batu Bara serta anggota dewan(DPRD) turun kelapisan masyarakat kecil, Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan solusi mengatasi kesulitan ekonomi.

(Pewarta : Muhamad Yusuf)

Berita Terkait