Henry Klaim Paslon Satrio Nyontek Program Kerjanya, Santoso : 'Saya Bingung, yang Mana?'

Kamis, 22/10/2020 - 09:56
Potret Calon Walikota Blitar Santoso dalam Layar Nobar Debat Publik Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Blitar Tahun 2020 di kantor Sekretariat Pemenang Satrio (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Potret Calon Walikota Blitar Santoso dalam Layar Nobar Debat Publik Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Blitar Tahun 2020 di kantor Sekretariat Pemenang Satrio (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kota Blitar - Calon Walikota Blitar Henry Pradipta Anwar mengklaim pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar Santoso-Tjutjuk Sunario (Satrio) menyontek atau mencontoh sejumlah program kerjanya di bidang bantuan sosial dan pendidikan.

Pernyataan Henry itu terlontar ketika prosesi debat calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar tahun 2020 sesi pertama berlangsung, Rabu (21/10/2020) malam, dalam tema debat tentang Kesejahteraan Rakyat.

Menurut Henry, program bidang sosial (perluasan akses lapangan pekerjaan, bantuan sosial) serta bidang pendidikan milik paslon Satrio menurutnya seperti program kerjanya untuk lima tahun mendatang jika terpilih sebagai kepala daerah kota Blitar.

Merespon ini, Calon Walikota Blitar Santoso mengaku bingung dengan pernyataan Cawali Henry. Menurut Santoso, argumentasi Henry tidak berdasar, bahkan tidak diperjelas secara detail mana program kerjanya yang dinilai mencontoh program kerja pasangan calon nomor urut 1 itu.  

"Saya malah bingung mana program saya yang mencotoh program kerjanya. Padahal seluruh program kerja kami 'Pure' murni dibuat oleh saya bersama Pak Tjutjuk. Bahkan, program-program kami ini lebih baru dan banyak terobosan terbaru demi memajukan kota Blitar di masa mendatang yang lebih maju, yang sejahtera masyarakatnya," jelas Santoso kepada Awak Media di Sekretariat Pemenangan Satrio, Kamis (22/10/2020).

Dikatakannya, seluruh rangkaian debat pertama berjalan dengan lancar dan dinamis. Ini terjadi, menurutnya tema debat yang dibahas itu, poin-poin kebijakan di dalamnya mayoritas sudah ia tunaikan dengan baik ketika masih menjabat Walikota Blitar. Sehingga, lanjut Santoso, ia bersama Tjutjuk Sunario tinggal mengembangkan atau mengelaborasi kedalam program-program kerjanya untuk lima tahun kedepan. 

Ketika dikonfirmasi terkait program 50-100 juta per tahun untuk setiap RT yang kerap disorot paslon Henry-Yasin mengenai pertanggung jawaban realisasi program kerja, Santoso menjawab nantinya akan ada petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) serta mekanisme pelaporan pertanggungjawaban pelaksanaan program 50-100 juta perta Tahun per RT. 

"Pastinya juga akan ada pendampingannya, sehingga akan berjalan transparan, tepat sasaran serta akuntabel atau dapat dipertanggung jawabkan. Ini salah satu terobosan kami demi mendongkrak ekonomi masyarakat kita secara nyata," ungkapnya.

Melalui program 50-100 juta per tahun per RT, Santoso meyakini geliat untuk memunculkan gairah warga untuk berbuat sesuatu yang produktif ekonomis menuju kesejahteraan tiap-tiap warga bisa terwujud. Itu bisa dibuktikan dengan penciptaan pelatihan kewirausahaan baru, pembangunan infrastruktur yang berkualitas, bahkan bisa melalui pembentukan komunitas usaha yang berbasis teknologi informasi.

"Karena masyarakat memerlukan seuatu yang baru dan bisa dirasakan masyarakat secara nyata. Kalau bisanya hanya mengkritisi tanpa solusi malah menyusahkan masyarakat dan pastinya kasihan masyarakat. Maka saya mengajak masyarakat kota Blitar memilih pemimpin yang berpengalaman, visioner dan tahu betul apa keinginan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik," tukasnya.

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait