Susana Ibiah Wanita Tangguh Pejuang Pangan lokal di Kabupaten Maybrat
Klikwarta.com, Maybat Papua Barat - Susana Ibiah merupakan Wanita Tangguh Pejuang Pangan Lokal di Kampung Kaitana Distrik Aifat Selatan.
Susana Ibiah mengatakan bahwa Pangan lokal seperti Keladi, Kasbi, Petatas dan Pisang merupakan warisan yang sudah diwariskan oleh Nenek Moyang Leluhur Suku Maybrat,Kaitana, Sabtu (20/03/2021).
Ibiah mengatakan selama ini generasi Muda Maybrat sudah dibiasakan dengan makan Beras, jadi rata-rata generasi Muda Maybrat, mereka hanya tergantung kepada beras saja.
Potensi pangan lokal di Maybrat sangat menjanjikan tetapi mereka hanya terhambat, hanya terhambat pada jalan,jalan kami sangat rusak, jadi kita tidak bisa berjualan dengan baik.
"Kami masyarakat kecil hanya menggantungkan hidup pada hasil kebun untuk membiayai anak sekolah, sekarang anak saya sudah ada pada SMA dan Adik kuliah, kami harap hasil jualan kebun saja", ungkapnya.

"Pangan lokal yang kami tanam memiliki keunggulan karena tidak dipupuk, kami masih berkebun dengan cara berpindah-pindah,cara berkebun seperti ini juga banyak merusak hutan", sambungnya.
Lanjutnya, pada saat Pandemi Covid-19 kita memang merasa dampak yang sangat besar karena banyak generasi muda mereka biasa banyak makan nasi,waktu itu kita lihat banyak orang-orang semua berkebun dan tebang sagu di dusun untuk menambah makan, sebenarnya ini yang harus kita pertahan karena pangan lokal adalah bagian dari Identitas kita yang harus di kembangkan.
"Biasanya kami berkebun untuk makan dan jual serta untuk menunjang kehidupan lainnya", terangnya.
"Kami Berharap Kepada Pemerintah untuk menyiapkan tempat produksi untuk produksi pangan lokal, melakukan sosialisasi kepada kami cara berkebun yang modern dan juga menyiapkan jalan yang baik untuk memuat barang hasil kebun ke pasar,serta menyiapkan perda untuk manjaga pangan lokal agar tetap lestari. Bagi Generasi Muda Maybrat Mari kita Lestarikan Pangan Lokal untuk menjadi identitas yang kita jaga dan lestarikan bersama,kalau beras kita beli pakai uang dan kalau pangan lokal kita dapat dengan berkebun,Ayo jangan Malu berkebun,karena ini adalah warisan budaya.kita tidak sadar kalau pangan lokal di singkirkan dengan pangan lain.masa hanya kami orang Tua Saja yang bisa berkebun kenapa orang Generasi muda tidak", paparnya menandaskan.
(Pewarta : Imanuel Tahrin)








