Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar Bagus Selo menandatangani penyerahan rancangan nota kesepakatan KUA PPAS APBD Tahun 2022.
Klikwarta.com, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, secara resmi mengajukan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun 2022, sebesar Rp2.103 triliun.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar untuk tahun selanjutnya, diprediksi bakal mengalami kenaikan sebesar 3 hingga 5 persen dibandingkan pada tahun 2021 yang mengalami minus hingga 1,5 persen.
Pengajuan KUA dan PPAS ini, kata Juliyatmono, tidak semata - mata dilakukan tanpa pertimbangan, melainkan melihat situasi pandemi yang saat ini sudah landai.
"Geliat pertumbuhan perekonomian akan tumbuh seiring degan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan yang semakin tinggi," kata Juliyatmono kepada wartawan, usai Rapat Paripurna di gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, pada Senin (27/09/2021) siang.
Lebih lanjut Juliyatmono menyampaikan, apabila dilihat dari struktur anggaran yang diajukan, masih tetap sama dengan tahun 2021.
"Dengan kata lain, anggaran pendapatannya masih relatif yaitu Rp 2,082 triliun. Belanja daerah masih Rp 2,15 triliun. Prioritasnya mulai bergeser ke pendidikan, perdagangan dan UMKM, serta tentunya kesehatan yang masih dicadangkan untuk penanganan Covid-19, sebesar Rp 15 miliar," imbuhnya.
Selain Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar yang mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp140 miliar dan telah ditetapkan dalam perubahan APBD tahun 2021, penambahan anggaran juga diberikan kepada Disdagnakerkop UKM sebesar Rp1,5 miliar, DPU PR Rp24,5 miliar, Dispermades Rp1,5 miliar, Satpol PP Rp4,9 miliar, BPBD Rp4,5 miliar dan Dinas Pertanian sebesar Rp7 miliar.
"Termasuk pada sektor pariwisata. Asumsinya, dengan kondisi Covid-19 yang sudah melandai, secara otomatis sektor pariwisata mulai dibuka lebar dan multi plier effect dari sektor itu cukup besar untuk menggerakkan ekonomi secara keseluruhan," tandas Juliyatmono.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Selo, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dirancang, mampu menimbulkan optimisme.
"Karena pertumbuhan yang dirancang ini sudah sesuai dengan pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Hanya saja, jika nanti ada kebijakan pengurangan Dana Alokasi Umum atau DAU, maka Pemkab akan kelimpungan juga," jelasnya.
Bagus Selo juga mengatakan, pada tahun ini, DAU sudah turun sekira Rp 29 miliar. Belum lagi kebijakan refocusing yang mau tidak mau mengambil anggaran tetap dari setiap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).
"Itu mengakibatkan kita harus menata ulang kegiatan yang ada. Daerah tidak bisa apa-apa. Kalau sudah keperluan refocusing mau apa yang di daerah," pungkasnya.
Pewarta : Kacuk Legowo








