Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Gejala Serangan Jantung oleh Poli Jantung RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar kepada Sejumlah Masyarakat (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com Blitar - Poli Jantung RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar melalui dr. Rina Yuda Novira, Sp.JP. mengatakan, mengantisipasi dari penyakit jantung terlebih disaat pandemi Covid-19 kini, bisa dilakukan dengan meningkatkan imunitas.
Meningkatkan imunitas untuk antisipasi penyakit jantung ini, menurut dokter Rina seperti melakukan senam jantung sehat, mengerjakan deteksi dini penyakit jantung koroner serta melakukan bantuan hidup dasar.
"Jadi kita harus menggunakan cara pandang baru untuk pencegahan penyakit jantung. Cara baru ini bisa kita lakukan seperti senam jantung sehat, deteksi dini penyakit jantung dan bantuan hidup dasar. Jadi apa yang kita kerjakan kalau kita menemui kasus di depan kita, tiba-tiba ada seseorang jatuh ndak sadar. Nah, itu kita bisa memberikan bantuan hidup dasar sebelum pasien tadi dibawa ke rumah sakit," jelas dr. Rina kepada Klikwarta.com, Selasa (19/10/2021).
Pantauannya, selama masyarakat banyak mengahabiskan waktu di rumah karena menjalani salah satu protokol kesehatan penanggulangan Covid-19, secara tidak langsung ini membuat timbulnya gejala-gejala penyakit jantung akibat terjadi perubahan pola hidup. Kurang beraktivitas, lanjut dia, bisa juga menjadi penyebab terjangkit penyakit jantung.
"Harapannya, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan kita kepada gejala serangan jantung. Lalu meningkatkan pengetahuan kita untuk bisa menatalaksana secara awal pasien-pasien yang terkena penyakit jantung, jadi meningkatkan angka harapan hidup untuk jangka panjangnya," terangnya.
Diuraikannya, sejauh ini secara global penyakit kardiovaskuler angkanya selalu meningkat. Bahkan, penyakit ini menjadi penyumbang 25 persen angka kematian terbesar di tataran internasional. Di Indonesia sendiri, prosentase kematian akibat penyakit jantung juga tergolong besar.
"Jadi kalau dulu identiknya yang kena penyakit jantung itu masyarakat menengah ke atas. Kalau sekarang tidak, setiap orang bisa saja terkena penyakit serangan jantung. Dengan angka harapan hidup yang semakin panjang, maka penyakit generatifpun juga akan meningkat. Maka perlu upaya pencegahan yang ada dua macam yaitu pencegahan primer dan pencegahan sekunder. Yang belum kena jangan sampai kena kalau pernah kena jangan sampai kena lagi," tukasnya.
(Pewarta : Faisal NR)








