Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Ajak Warga Tingkatkan Disiplin Terapkan Prokes

Senin, 16/08/2021 - 20:42
Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Ramiadji (foto : Humas RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar kepada Klikwarta.com)

Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Ramiadji (foto : Humas RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar kepada Klikwarta.com)

Klikwarta.com Blitar - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar Ramiadji mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan (prokes) penanggulangan Covid-19 ditengah pandemi yang tengah berlangsung. 

Melalui momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke- 76 besok, (Selasa, 17/8/2021), ia maknai sebagai wahana kebangkitan untuk menyamakan semangat, tekat dan komitmen kolektif masyarakat Indonesia khususnya warga kota Blitar, bersama-sama mengakhiri pandemi Covid-19 secara serius dengan disiplin menjalankan prokes di kehidupan sehari-hari. 

Pengamatannya terkini, masih banyak diketahui sejumlah oknum masyarakat yang abai terhadap prokes. Salah satu contoh kasus ini yang ia temukan ialah pemakaian Masker yang tidak sempurna. Pendapatnya, memakai Masker yang benar berarti tertutupnya hidung serta mulut sampai dagu. 

"Saya mengajak semua masyarakat untuk menggunakan Masker yang benar. Itu Insya Allah pasti sangat membantu mencegah potensi munculnya orang yang terkonfirmasi positif covid. Orang memakai Masker tidak pada tempatnya, dipasang menutupi dagu saja tetapi hidung dan mulutnya tidak tertutup masyarakat. Ini utama kenapa banyak masyarakat yang mudah terpapar," ungkapnya kepada Pewarta Klikwarta.com, Senin (16/8/2021).

Di sisi lain, sambung dia, juga sering kali ditemui dalam sebuah pertemuan terbatas yang berjaga jarak, satu orang tertentu memakai Masker dengan benar namun disaat yang sama orang lain di sekelilingnya tidak memakai Masker atau memakai dengan tidak benar. 

"Jadi hidung mulutnya tertutup meski berseliweran di sekelilingnya orang makai Masker yang nggak benar atau malah nggak makai Masker tidak masalah. Karena utamanya itu ada di hidung dan mulut," imbuhnya. 

Ramiadji menandaskan, agenda penyelesaian pandemi Covid-19 bukan hanya tugas pemerintah saja. Tetapi menjadi tugas bersama antara unsur-unsur pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat. Soliditas dan kekompakan diakuinya menjadi kunci utama menyelesaikan pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. 

"Karena ini menjadi tugas besar kita bersama," tukasnya. (*)

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait