Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada peresmian 92 Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Klaten, Rabu (11/2).
Klikwarta.com, Klaten, Jawa Tengah, 11 Februari 2026* — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi salah satu komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menghilangkan kesenjangan infrastruktur pendidikan. Salah satunya adalah penguatan pendidikan di Kabupaten Klaten dengan total 92 Sekolah dari berbagi jenjang, yakni 5 PAUD, 50 SD, 21 SMP, 6 SMA, 8 SMK, dan 2 Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF).
“Tahun 2025 dengan alokasi anggaran Rp16,9 triliun, kami telah melaksanakan tugas Bapak Presiden untuk revitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dan sebagiannya ada di Kabupaten Klaten ini,” jelas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada peresmian 92 Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Klaten, Rabu (11/2).
Selain itu Kemendikdasmen juga telah menyelesaikan pendistribusian 288.850 Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) ke setiap sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, “Guru-gurunya juga sudah kita latih untuk menggunakan PID tersebut dan sudah digunakan untuk peningkatan kualitas pembelajaran,” jelas Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatan ini Mendikdasmen menyebutkan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan akan terus di laksanakan. Untuk tahun 2026 ini, alokasi untuk program revitalisasi yang telah masuk ke APBN adalah untuk 11.474 satuan pendidikan. “Pak Presiden berjanji akan untuk ditambah 60.000, sehingga tahun 2026 ini Insya Allah, ada 70 ribuan satuan pendidikan yang bisa di revitalisasi,” ujar Abdul Mu’ti.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi kehadiran pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen, atas dukungan dan komitmen nyata terhadap pendidikan di Kabupaten Klaten. Ia menyebutkan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin luar biasa, harus ada transformasi di dunia pendidikan melalui digitalisasi, namun disisi lain masih ada masalah dasar yakni kesenjangan infrastruktur pendidikan.
“Kehadiran pemerintah hari ini kami ucapkan terima kasih kepada bapak Menteri, karena disisi lain bagaimana program MBG (Makan Bergizi Gratis) ini berjalan, disisi lain juga tetap Revitalisasi sekolah bisa di laksanakan. Doa kami untuk pak Menteri diberi kesehatan dan kelancaran, sehingga semakin banyak sekolah-sekolah di seluruh negeri, utamanya di Kabupaten Klaten yang di revitalisasi,” harap Hamenang Wajar Ismoyo.
Kepala Sekolah SMPN 6 Klaten Yustina Nevi Kusharini, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti atas bantuan program revitalisasi yang mereka terima. SMPN 6 Klaten menerima batuan berupa 2 ruang kelas, 2 rehab toilet dan 1 rumah singgah.
“Bantuan revitalisasi ini sangat membantu bagi kami dalam perbaikan sarana dan prasarana, guna mendukung proses pembelajaran, di mana ini memberikan dampak positif bagi guru dan murid, sehingga dalam proses pembelajaran semakin lancar, semakin aman, nyaman, dan layak bagi proses pembelajaran,” ungkap Yustina.
Yustina pun berharap program revitalisasi ini dapat terus dilanjutkan dan dilaksanakan setiap tahunnya, menurutnya dengan program revitalisasi ini sarana dan prasarana sekolah semakin lengkap. “Sehingga ke depannya, sekolah yang aman, nyaman, layak bagi proses pembelajaran, itu bisa kami wujudkan,” tutup Yustina.
*Capaian Revitalisasi di Kabupaten Klaten*
Total alokasi bantuan pada 92 satuan pendidikan di Kabupaten Klaten yang mendapatkan revitalisasi sebesar Rp.61,015,263,755, dengan rincian pada jenjang PAUD terdapat 5 sekolah dengan alokasi bantuan senilai Rp.762.651.000 dengan capaian revitasisasi 100 persen. Lalu jenjang SD ada 50 sekolah dengan alokasi bantuan senilai Rp.21.434.102.755.
Kemudian SMP sebanyak 21 sekolah dengan total nilai Rp.12.571.053.000, lalu jenjang SMA 6 sekolah dengan alokasi Rp. 7.336.830.000. Dilanjutkan dengan SMK 8 sekolah dengan alokasi dana Rp.17.819.907.000. Kemudian ada 2 Satuan Pendidikan Non Formal dengan alokasi Rp.1.090.720.000.
Adapun revitalisasi yang dilakukan meliputi Pembangunan ruang kelas baru (RKB), Rehabilitasi ruang kelas, Pembangunan toilet beserta sanitasinya, Pembangunan ruang UKS, Pembangunan ruang perpustakaan, Pembangunan ruang laboratorium beserta perabotnya, serta Pembangunan area bermain beserta Alat Peraga Edukatif (APE) luar ruang untuk TK dan PAUD. (*)








