NKRI Butuh Milenial yang Cinta Tanah Air 

Sabtu, 08/02/2020 - 15:56
Generasi Milenial Kupang

Generasi Milenial Kupang

Klikwarta.com, Kupang - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini membutuhkan generasi milenial yang cinta tanah air. Artinya, yang berani dan energik dalam menghadapi tantangan zaman.

"Milenial harus memperteguh rasa cinta tanah air. Milenial harus bisa cegah hoax", ujarnya dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (08/02/2020).

Tambahnya, bahwa diera saat ini, para generasi milenial harus melintasi perbedaan, membuat orang merasakan kehidupan yang nyaman serta berbuat hal-hal yang baik.

E

Sementara Sima Martins (Komunitas Peace Maker) mengatakan media sosial bisa mengancam Pancasila, terlebih adanya hoax yang beredar tentang Pancasila. "Meski demikian, Pancasila tetap menang dan bertahan, karena kekuatan Pancasila adalah keberagaman Indonesia", ungkapnya saat menyampaikan materi "Globalisasi dan Ancaman Terhadap Nilai-Nilai Pancasila".

Lanjutnya, ia berpesan, jangan sampai nilai-nilai Pancasila terkikis oleh para kaum milenial. Perkembangan teknologi misal android jangan digunakan untuk menyebar informasi hoax.

"Gunakanlah untuk memberi informasi ke masyarakat yang baik, seperti kreatif konten dan video yang bisa mencerdaskan kehidupan bangsa", tegasnya.

Dalam aksi nyata, lanjut Sisma Martins, kaum milenial bisa melakukan aksi kongkrit dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Seperti, mengurangi sampah palastik, menjaga kebersihan lingkungan dan lain sebagainya.

Disamping itu, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe menyampaikan, bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kaum milenial harus menggaungkan semangat persatuan.

"Jangan terkotak-kotak, Kita (NTT) harus bersatu membangun, jangan sampai ketinggalan dengan daerah lain. Dengan adanya keberagaman, maka ini bisa kita pupuk semangat persatuan, guna menjadikan daerah NTT untuk lebih maju ke depan", jelasnya.

F

Sosialisasi juga dihadiri, Putu Satria Muliyadi S.E (Pengurus FKPPI cab. Denpasar Bali), pengurus BKFE Univ. Udayana Bali, Ketua DPK Peradah Indonesia Kora Kupang, Ketua DPP Peradah Indonesia NTT, mahasiswa administrasi negara-Fisip UNC, Pengurus HMI Kupang dan relawan KOMPAK (komunitas peace maker).

(Pewarta : Mario Delastrada Yopito Langun)

Berita Terkait