Kunker Sehari di Karanganyar, Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Peluncuran Program Speling di Desa Bulurejo Gondangrejo

Selasa, 11/03/2025 - 11:02
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau pelaksanaan peluncuran Program Speling, di Balai Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Senin (10/3/2025)

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau pelaksanaan peluncuran Program Speling, di Balai Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Senin (10/3/2025)

Klikwarta.com, Karanganyar - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja (kunker) selama sehari di Kabupaten Karanganyar, pada Senin (10/3/2025).

Dalam kunjungan ini, dia meninjau langsung pelaksanaan Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diluncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, di Balai Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Gubernur mengatakan, program Speling ini merupakan program pelayanan kesehatan berbasis desa, yang selaras dengan program pemerintah dalam memberikan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Setidaknya ada lima layanan kesehatan gratis yang diberikan, yaitu pemeriksaan Tuberkulosis (TBC), deteksi kanker serviks, kesehatan jiwa, kusta, dan pemeriksaan bagi ibu hamil. Pelaksanaan program ini didukung dokter spesialis dari tujuh rumah sakit milik provinsi, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit swasta di masing kabupaten/kota.

"Program Speling ini memberikan dua keuntungan bagi warga. Pertama, jarak balai desa yang dekat dengan tempat tinggal, lebih memungkinkan bagi warga untuk menghemat waktu. Kedua, warga cukup membawa KTP sebagai persyaratan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Luthfi mengatakan, dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, peluncuran program Speling saat ini sudah dilakukan di empat kabupaten, termasuk di Karanganyar.

"Peluncuran program Speling ini, satu desa di satu kabupaten/kota. Untuk di Karanganyar, kita luncurkan di Desa Bulurejo. Sebagai tahap pertama, ada 70 desa di 35 kabupaten/ kota yang menjadi sasaran. Sementara ini, sudah ada 10 mobil layanan Speling siap beroperasi untuk  melayani masyarakat. Jumlah mobil layanan akan terus ada penambahan," jelasnya.

Dari sejumlah layanan kesehatan yang diberikan, kata Luthfi, pemeriksaan TBC lebih diprioritaskan. Hal tersebut linier dengan program Presiden Prabowo Subianto, yang ingin menekan penyakit menular tersebut di seluruh Indonesia.

“Paling pokok adalah pemeriksaan TBC. Selaras dengan program Bapak Presiden Prabowo, TBC bisa diturunkan,” katanya.

Selain pemeriksaan TBC, Luthfi juga menekankan pemeriksaan kanker serviks, dan ibu hamil. Pemeriksaan ibu hamil minimal dilakukan enam kali selama sembilan bulan mengandung. Pemeriksaan itu ditambah dengan cek janin melalui USG pada trimester pertama atau usia kehamilan tiga bulan, dan trimester ketiga atau usia kehamilan tiga bulan terakhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar, mengatakan program Speling ini dilaksanakan dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan, khususnya dokter spesialis kepada masyarakat. 

"Pelayanan kesehatan gratis yang diberikan kepada masyarakat meliputi tuberkulosis atau TBC, pemeriksaan ibu hamil, kesehatan jiwa, dan kanker servik. Program Speling sementara ini diperuntukkan bagi desa miskin yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Utamanya adalah mendeteksi penyakit TBC, yang program penanganannya saat ini tengah menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.

Dalam sehari kunjungan kerjanya di Karanganyar ini, Ahmad Luthfi didampingi Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto dan Adhe Eliana beserta sejumlah pejabat jajaran Forkopimda, juga meninjau pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA) di Desa Alastuwo, Kecamatan Kebakkramat. Dia sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan jaminan sosial. Diantaranya penyaluran modal usaha kepada dua kelompok usaha bersama (Kube) yang masing-masing senilai Rp20 juta.

Kemudian Kartu Jateng Sejahtera (KJS) dengan total sebesar Rp1.984.680.000,  yang dialokasikan untuk 447 penerima manfaat di Kabupaten Karanganyar. Berikutnya bantuan logistik Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) untuk masing-masing desa sebanyak 1 ton beras untuk 100 keluarga.

Mantan Kapolda Jawa Tengah ini juga berkesempatan melakukan rapat koordinasi bersama para pejabat Forkopimda setempat, serta bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait