Ke Desa Jambewangi, Bupati Rijanto Tinjau KTB dan Sosialisasi Pencegahan Covid-19

Selasa, 09/06/2020 - 14:37
Bupati Rijanto saat memberikan sambutan di acara Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Melalui Kampung Tangguh Bencana (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Bupati Rijanto saat memberikan sambutan di acara Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Melalui Kampung Tangguh Bencana (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Bupati Blitar Rijanto didampingi jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Blitar mengunjungi Kampung Tangguh Bencana (KTB) di desa Jambewangi, kecamatan Selopuro, Selasa (09/06/2020).

Selain meninjau KTB, Bupati Rijanto juga melakukan sosialisasi pencegahan penularan wabah virus Korona atau Covid-19. Sebelum melangsungkan prosesi itu, Bupati Rijanto diterima jajaran Muspika Selopuro, Kepala Desa Jambewangi, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. 

Bersama pimpinan DPRD Kabupaten Blitar, Dandim 0808/Blitar, Wakapolres Blitar dan rombongan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, Bupati Rijanto diajak Kepala Desa Jambewangi meninjau pos-pos pelayanan sekaligus praktek aksi yang menjadi komposisi Kampung Tangguh Bencana. 

Dia sempat melihat bagaimana masyarakat setempat yang tergambung dalam KTB mengelola perekonomian warga melaui sistem Jimpitan, kemudian diperlihatkan bagaimana warga mengamankan wilayah melalui aktivasi rutin ronda malam dan pos penjagaan atau Pos Keamanan Keliling (pos kamling). 

Bupati Rijanto juga meninjau kesiapan perangkat setempat dalam menjalankan pemulasaran jenazah yang meninggal karena terpapar virus Korona. Menurutnya, praktek pemulasaran jenazah sudah terlihat baik dan siap walau belum sempurna. 

Kendati seperti itu, dia terus memberikan motivasi dan dorongan kepada seluruh petugas untuk terus mengembangkan diri dalam bertugas untuk masyarakat di masa pandemi ini, dalam rangka kesiap siagaan di era New Normal Life atau tatanan kehidupan kenormalan baru. 

"Jadi memang riil, ini kegiatan riil. Tadi Bu Bidan bersama relawan juga sudah memeragakan pemulasaraan jenazah yang meninggal karena terkena Covid-19. Tentunya kita akan cepat memasuki New Normal," kata dia kepada awak media seusai acara.

KTB di desa Jambewangi penilaiannya cukup baik. Salah satu indikatornya terlihat dari pemetaan klaster masyarakat yang menerima berbagai macam bantuan sosial, sekaligus peta penduduk yang berpenyakit tertentu, hingga masyarakat yang usianya termasuk dalam rawan terpapar Covid-19. 

Sementara untuk penggencaran aksi cuci tangan pakai sabun dan air bersih yang mengalir, masyarakat setempat memanfaatkan lansia melalui senam lansia dengan peragaan cuci tangan. 

"Ini memudahkan kita-kita ini bergerak melalui langkah-langkah pertama. Kalau sudah begini masyarakat aman, kriminalitas berkurang, kesehatan juga terjamin dan intinya bagaimana kita harus terus berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Kalau semua desa begini, waduh, luar biasa," tukasnya.

(Faisal/Kmf/Adv)

Berita Terkait