Jelang HUT ke-66, SOKSI Jatim Perkuat Konsolidasi: Siapkan Agenda di Banyuwangi Awal Juni

Selasa, 05/05/2026 - 11:29
Sekretaris Depidar XII SOKSI Jatim, Sumardi

Sekretaris Depidar XII SOKSI Jatim, Sumardi

Klikwarta.com, Surabaya - Memasuki HUT ke-66 SOKSI pada 20 Mei 2026, jajaran pengurus di daerah mulai memanaskan mesin organisasi. Di Jawa Timur, Depidar XII SOKSI bergerak memperkuat struktur hingga tingkat kabupaten/kota untuk menghadapi agenda politik ke depan.

Sekretaris Depidar XII SOKSI Jatim, Sumardi, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan resmi DPP terkait konsep besar peringatan tahun ini.

“Kemungkinan nanti dirangkaikan dengan Rapimnas yang dijadwalkan Mei, namun waktunya masih menunggu penetapan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Tema maupun rangkaian kegiatan belum diputuskan. Seluruh jajaran daerah diminta bersabar sambil terus membangun komunikasi internal agar siap saat agenda resmi turun.

Sumardi menegaskan, HUT ke-66 bukan hanya seremoni. Ini momentum strategis memperkuat peran SOKSI sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar. 

“Harapannya kita sebagai rumah sependiri bisa terus bersinergi dengan program Partai Golkar, terutama dalam upaya peningkatan elektoral ke depan,” jelasnya.

Konsolidasi di daerah, kata dia, berjalan masif. Depicab yang sebelumnya vakum kini mulai terbentuk kembali.

“Saat ini hampir di 38 kabupaten/kota, Depicab SOKSI sudah mulai bergerak dan memiliki kegiatan. Ini jadi modal penting memperkuat organisasi,” ungkap Sumardi.

Untuk peringatan di daerah, SOKSI Jatim merencanakan agenda khusus awal Juni 2026 yang kemungkinan dipusatkan di Banyuwangi. Kegiatan akan melibatkan unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB), namun tak menutup kemungkinan diperluas ke seluruh pengurus.

“Insya Allah semua akan diundang. Untuk rencana di daerah, kemungkinan awal Juni nanti kita pusatkan di Banyuwangi, meski masih menunggu kepastian lebih lanjut,” tambah Sumardi.

Ia berharap HUT ke-66 SOKSI tak hanya jadi refleksi perjalanan organisasi, tapi juga momentum memperkuat soliditas internal dan kontribusi dalam dinamika politik daerah maupun nasional. (**)

Berita Terkait