WIKA Beton Bukukan Laba Rp40,02 Miliar di 2025, Rasio Utang Melandai Tajam

Jumat, 27/03/2026 - 19:57
Direktur Keuangan WIKA Beton Syailendra Ogan

Direktur Keuangan WIKA Beton Syailendra Ogan

Klikwarta.com, Jakarta - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) resmi merilis laporan keuangan tahun buku 2025 dengan capaian kinerja yang solid dan struktur permodalan yang semakin sehat. Emiten beton pracetak terkemuka di Indonesia ini berhasil membukukan laba bersih senilai Rp40,02 miliar, yang didukung oleh perolehan pendapatan usaha mencapai Rp3,59 triliun di tengah dinamika industri konstruksi nasional yang kompetitif.

Sepanjang tahun 2025, WIKA Beton menunjukkan tajinya dengan mengantongi omzet kontrak baru sebesar Rp4 triliun. Keberhasilan ini didorong oleh strategi diversifikasi portofolio yang adaptif, di mana sektor infrastruktur tetap menjadi kontributor utama dengan porsi 55,53 persen. Disusul kemudian oleh sektor industri sebesar 17,19 persen, sektor kelistrikan 11,17 persen, serta sektor pendukung lainnya yang mencapai 16,11 persen.

Kemandirian pasar WIKA Beton juga semakin teruji dengan dominasi pelanggan swasta yang mencapai 54,86 persen dari total kontrak baru. Sementara itu, kontribusi dari badan usaha milik negara (BUMN) tercatat sebesar 21,65 persen, kemitraan strategis melalui skema KSO atau JO sebesar 18,32 persen, dan serapan proyek dari induk usaha sebesar 5,17 persen. Tingginya kepercayaan sektor swasta ini menjadi indikator kuat atas kualitas dan reputasi produk yang dihasilkan perusahaan.

Manajemen WIKA Beton juga fokus pada penguatan fundamental keuangan melalui aksi penyehatan neraca atau deleveraging. Langkah strategis ini membuahkan hasil signifikan dengan penurunan total liabilitas sebesar 25,76 persen menjadi Rp2,60 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai Rp3,50 triliun. Penurunan beban utang ini dipicu oleh pelunasan sebagian utang usaha senilai Rp548,64 miliar serta efisiensi pada utang jangka panjang.

Dampaknya, profil risiko keuangan WIKA Beton kini berada pada level yang jauh lebih aman. Rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) melandai drastis dari 95,15 persen menjadi 70,66 persen pada akhir tahun 2025. Sejalan dengan itu, tingkat likuiditas perusahaan juga menguat dengan kenaikan current ratio ke level 130,42 persen, yang menegaskan daya tahan finansial dalam menghadapi rencana ekspansi di masa mendatang.

Selain performa keuangan, WIKA Beton terus memperkokoh posisinya sebagai pionir konstruksi hijau melalui implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hal ini dibuktikan dengan raihan skor ESG sebesar 71 dari S&P Global, yang menempatkan perusahaan dalam jajaran elit 13 persen perusahaan material konstruksi secara global. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, performa solid ini diharapkan menjadi katalisator bagi WIKA Beton untuk mewujudkan visi sebagai pemain global yang terpercaya dan berkelanjutan.

(Kontributor: Arif)

Tags

Berita Terkait