Audiensi KRBS bersama Komisi III dan Bappeda Pemkab Blitar (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menerima audiensi sejumlah masyarakat kabupaten Blitar wilayah selatan yang menamakan diri Kumpulan Rakyat Blitar Selatan (KRBS), Rabu (07/10/2020) di salah satu ruang rapat kantor DPRD Kabupaten Blitar.
Audiensi ini menyampaikan ekspresi keluhan masyarakat kabupaten Blitar wilayah selatan yang kurang mendapatkan atensi lebih dari pemerintah daerah dalam hal pembangunan sarana pendidikan, Fasilitas Kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan kebutuhan ketersediaan air bersih.
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Panoto didampingi anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Adib Zamhari memimpin rangkaian kegiatan audiensi yang turut menghadirkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.
Kepada Awak Media Panoto menjelaskan, permintaan audiensi KRBS ini guna mendorong Pemkab Blitar untuk meningkatkan kualitas pembangunan di kabupaten Blitar wilayah selatan, berdasarkan keempat bidang yang dikeluhkan KRBS.
Sepanjang rangkaian kegiatan, lanjut dia, menciptakan hasil berupa komitmen antara Pemkab Blitar didukung DPRD Kabupaten Blitar kepada masyarakat kabupaten Blitar wilayah selatan yang diwakili KRBS untuk melakukan percepatan realisasi pembangunan berdasarkan empat tuntutan KRBS.
"Maka harapannya komitmen ini mendorong supaya pemerintah daerah segera mempercepat realisasi program apa yang diharapkan masyarakat kita di wilayah selatan seperti yang diutarakan kawan dari KRBS," jelasnya.
Walaupun begitu, Panoto menilai persoalan krusial yang dipandang sebagai prioritas untuk segera diselesaikan di kabupaten Blitar wilayah selatan yakni perihal ketersediaan air bersih. Sehingga, jika air bersih bisa diakses mudah oleh masyarakat diproyeksikan mampu membantu menyelesaikan persoalan yang lain.
Menimpali hal ini, Ketua KRBS Muhamad Sutarto berharap komitmen yang telah ada antara eksekutif bersama legislatif untuk mempercepat realisasi keempat tuntutannya ini bukan menjadi isapan jempol semata namun bisa segera terjadi.
Menurutnya, sektor yang menjadi perhatian lebih memang soal air bersih. Sebab, selama ini yang dilakukan pemerintah daerah atas sulitnya ketersediaan air bersih di kabupaten Blitar wilayah selatan hanya sebatas Droping air bersih, tanpa solusi untuk menciptakan sesuatu yang permanen untuk menjamin mudahnya akses air bersih.
Sebab, sambung Sutarto, di bidang pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman kebutuhan air menjadi mutlak adanya. Maka jika air bersih mudah didapat dinilainya bisa mendukung bidang-bidang lain guna meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
"Karena cukup lama yang telah kami rasakan bagaiamana menghadapi sulitnya mendapat air bersih. Semoga komitmen Eksekutif dan Legislatif bisa segera direalisasikan," kata Tarto panggilan akrabnya.
(Pewarta : Faisal NR / Adv)








