Stabilkan Sembako, Gubernur Jatim Hadiri Pasar Murah ke-77 di Malang

Selasa, 30/06/2026 - 16:26
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin pelaksanaan Pasar Murah ke-77 Tahun 2026 di Halaman Pentungan Sari Waterpark, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (30/6)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin pelaksanaan Pasar Murah ke-77 Tahun 2026 di Halaman Pentungan Sari Waterpark, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (30/6)

Klikwarta.com, Malang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin pelaksanaan Pasar Murah ke-77 Tahun 2026 di Halaman Pentungan Sari Waterpark, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (30/6).

Digelarnya pasar murah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, menahan laju inflasi, serta meningkatkan daya beli warga melalui penyediaan komoditas pangan dengan harga yang lebih murah.

Khofifah menyebut, Pasar Murah menjadi salah satu strategi utama pengendalian inflasi yang terus dijalankan Pemprov Jatim di berbagai daerah.

“Ini merupakan Pasar Murah ke-77 sepanjang tahun 2026. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong stabilisasi harga. Sekaligus berfungsi sebagai upaya pengendalian inflasi,” ucapnya.

Menurut Khofifah, intervensi melalui Pasar Murah adalah bentuk langkah nyata agar masyarakat tetap mampu mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan di tengah fluktuasi harga pangan.

Aneka komoditas pangan dijual dengan harga di bawah pasaran. Diharapkan hal ini bisa menahan kenaikan harga, menjaga ketersediaan stok, sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Silakan cek, harga yang ada di sini jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar. Tujuannya memang untuk mengintervensi pengendalian inflasi dan menstabilkan harga sembako,” terangnya.

Pada Pasar Murah kali ini tersedia beragam kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, antara lain beras premium Rp14.000/kg, beras medium SPHP Rp11.000/kg, Minyakita Rp13.000/liter, dan gula pasir Rp14.000/kg.

Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000/kg, telur ayam ras Rp22.000/pak, daging ayam ras Rp25.000/pak, bawang putih Rp6.000/250 gram, bawang merah Rp7.000/250 gram, serta paket cabai Rp5.000/200 gram.

Khofifah menegaskan, Pasar Murah tidak hanya berorientasi pada penstabilan harga pangan, melainkan juga sebagai wadah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Setiap kali Pasar Murah dilaksanakan, produk-produk unggulan UMKM daerah setempat selalu dilibatkan. Tujuannya agar mereka mendapat akses pasar yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Selain menjaga harga, di setiap Pasar Murah kami juga selalu menghadirkan produk UKM lokal. Kami berharap daya beli masyarakat dapat mendukung mereka, sehingga UKM kita memiliki fondasi yang kuat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyalurkan beras SPHP kepada sejumlah lansia dan warga yang datang bersama anak-anak. Ia turut berdialog dengan pelaku UMKM dan membeli produk dagangan mereka sebagai bentuk dukungan langsung.

Menutup kegiatan, Gubernur Khofifah memastikan Pasar Murah akan terus diselenggarakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Tujuannya agar harga kebutuhan pokok stabil, inflasi terjaga, dan ketahanan pangan masyarakat semakin kuat.

“Kami berkomitmen Pasar Murah akan rutin dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Dengan begitu, stabilitas harga kebutuhan pokok bisa terjaga, inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat naik, dan ketahanan pangan daerah makin kokoh,” pungkasnya. (**) 

Berita Terkait