Sekretaris Pansus V DPRD Kabupaten Blitar Candra Purnama (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)
Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar telah menyetujui tukar menukar aset tanah Rumah Sakit (RS) An Nisa melalui forum Rapat Paripurna, Senin (09/11/2020).
Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) V DPRD Kabupaten Blitar Candra Purnama menilai kebijakan penyetujuan bersama tukar menukar aset tanah RS An Nisa dengan Pemkab Blitar itu bukanlah semata mengejar keuntungan masing-masing pihak atau persoalan untung rugi.
Dikatakannya, tukar menukar aset tanah RS An Nisa itu merupakan salah satu upaya kebijakan pemerintah daerah mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta kemanfaatan lainnya. Sebab, substansi langkah tukar menukar aset tanah tersebut untuk menunjang fasilitas atau infrastruktur kesehatan yang lebih baik.
"Kalau pemerintah tidak memperhitungkan untung rugi. Pemerintah, itu harus memperhitungkan legalitasnya yang benar. Kalau memperhitungkan untung rugi ya rusak negara ini. Ini bukan soal untung atau rugi," kata Candra.
Menyinggung keuntungan riil masyarakat dari tukar menukar aset tanah itu, Candra menegaskan proses yang tengah berlangsung sekarang adalah bagian rangkaian bagaimana fasilitas umum bisa dihadirkan oleh pemerintah.
"Itu aspek hukum. Bahkan hal yang kerugian saja dalam untung rugi, itu harus dibahas oleh pemerintah meski membutuhkan banyak biaya. Kita berharap, bahwa pemerintah tidak bisa mengatasi persoalan negara ini sendirian. Pasti membutuhkan swasta, ini berkaitan dengan fasilitas umum. Rumah sakit ini walau dikerjakan swasta, tapi ini fasilitas umum. Rumah sakit An Nisa juga bisa meningkatkan kualitasnya kepada masyarakat," urai anggota F-PKB ini.
Peningkatan kualitas yang bisa dikerjakan RS An Nisa, katanya, bisa menyentuh pemenuhan penyerapan ketenagakerjaan, penyehatan masyarakat, bahkan juga optimalisasi penanganan kasus Covid-19.
"Kita berharap bahwa Rumah Sakit An Nisa bisa meningkatkan kualitasnya. Juga berdampak domino terhadap masyarakat, baik itu penyerapan tenaga kerja, penyehatan masyarakat, yang baru ini dalam hal penaganan Covid-19," tutupnya.
(Pewarta : Faisal NR)








