Walikota Santoso Tutup Pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UKM

Rabu, 08/07/2020 - 11:35
Walikota Santoso Memberikan Pengarahan Kepada Peserta Pelatihan PK2UKM (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Walikota Santoso Memberikan Pengarahan Kepada Peserta Pelatihan PK2UKM (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kota Blitar - Walikota Blitar Santoso menutup rangkaian kegiatan pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PK2UKM) di PKPRI Kota Blitar, Rabu (08/07/2020).

Walikota Santoso mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berperan aktif memfasilitasi masyarakat di saat pandemi virus Korona atau Covid-19 yang dampak negatifnya salah satunya ada di sektor ekonomi. 

Bentuk peran Pemkot Blitar tersebut, kata dia, terwujud di salah satu program kegiatan pelatihan PK2UKM yang dimotori Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) Pemkot Blitar ini. Dengan begitu, upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui managemen koperasi bisa dilakukan.

"Bagaimana meningkatkan managemen pemasaran disaat pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan kemajuan di bidang IT (Teknologi Informasi). Kita berharap bahwa hasil pelatihan ini sebatas pelatihan, tapi ada pendampingan pasca pelatihan. Sehingga ilmu yang didapat bisa dipraktikkan di tempat usaha masing-masing," terangnya kepada pewarta Klikwarta.com seusai acara.

Walikota Santoso mengaku pengembangan program peningkatan kapasitas pertumbuhan ekonomi melalui managemen pemasaran koperasi, pihaknya sudah melakukan pembinaan maupun pelatihan secara berkelanjutan kepada pelaku usaha dengan memanfaatkan inovasi serta kecanggihan teknologi informasi atau digitalisasi.

Ia berharap, kedepan anggota-anggota koperasi di kota Blitar mampu menerapkan seluruh ilmu yang diraih dari bimbingan maupun pelatihan di bidang usaha yang digeluti masing-masing anggota. Pengembangan inovasi pemasaran, menurutnya juga harus selalu diperhatikan agar kecepatan berusaha dalam kondisi baik.

"Makanya saya sarankan dari narasumber itu hendaknya kedepan melakukan pendampingan, melihat sudah dipraktikkan atau belum. Kalau sudah dimana dan apa kendalanya nanti bisa dibantu dengan difasilitasi dinas koperasi," tukasnya. 

Plt. Kepala Dinkop-UM Pemkot Blitar Sad Sasmintarti menambahkan, program pelatihan PK2UKM ini diikuti calon anggota dan anggota koperasi kota Blitar. Program PK2UKM ini dilakukan sebanyak delapan kali sesi yang dimulai sejak 16 Juni hingga 8 Juli. Setiap sesi, sambungnya, diisi 40 peserta. 

"Jadi di dalam merekrut peserta ini dari dinas juga ada reward koperasi-koperasi mana yang sudah melakukan RAT tepat waktu. Pesertanya kita seleksi dari koperasi yang sudah RAT secara tepat waktu. Harapan kami ini pelatihan tidak hadir, absen, dan makan snack dan dapat materi saja. Tetapi mempraktekkan materi yang sudah didapat. Kami sudah membikin kelompok-kelompok juga," ulasnya. 

Diketahui, peserta pelatihan PK2UKM ini merupakan pelaku usaha yang bergerak di beberapa sektor usaha mikro. Sektor itu seperti bidang makanan minuman kecil (kuliner), aksesoris, usaha reseller atau pengecer dan usaha-usaha mikro lainya. 

(Pewarta : Faisal NR / Adv)     

Berita Terkait