Warga Desa Sukorejo jalan pagi menyusuri paving hasil TMMD ke-128 Kodim 0806/Trenggalek
Oleh: Arif B.P, Wartawan Klikwarta.com
WAKTU menunjuk pukul 07.00 WIB. mentari pun mulai terlihat malu-malu, mengintip dari balik pepohonan pinus yang berjajar rapi di sisi jalanan tanah yang telah dikeraskan. Sinarnya menyusup di sela-sela pepohonan menghapus butiran-butiran embun yang menempel di ujung dedaunan.
Sepagi itu Pratu Ferdiawan, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120 Kodim 0806/Trenggalek sibuk melansir material yang akan digunakan untuk mengecor jalan sepanjang 772 meter di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.
Sesekali dia menghentikan motornya, mengambil napas, kemudian melepaskannya pelan, lalu kembali melewati jalanan tanah yang kini semakin terjal nan menanjak.
Tanpa disadari, pandangannya mengarah pada jalanan beton yang terlihat berwarna putih, berkelok, membelah hutan-hutan pinus. Pandangannya ditajamkan, seakan tidak percaya dengan yang telah dikerjakannya bersama 150 personel Satgas TMMD ke 128 bersama warga Desa Sukorejo. “Tinggal beberapa meter, semangat!” teriaknya, dan terus memacu motornya..

Perjuangan Demi Wujudkan Asa Warga
Semangat para prajurit inilah yang membuat Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke 128 Kodim 0806/Trenggalek Letkol Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, SH. MSi, bangga. Apalagi bila mengingat perjuangan personel Satgas TMMD ke 128 menghadapi medan yang berat demi untuk mewujudkan asa warga Sukorejo.
Bayangkan, lanjut Dansatgas, untuk mengangkut material yang akan digunakan untuk pembuatan rabat jalan harus melaui medan yang sulit di ketinggian berupa jalan menanjak, Kondisi jalan yang sempit dan kontur tanah liat berbatu sehingga menyulitkan dalam pengerjaan dan dropping material.
“Hal itu yang coba diatasi dengan cara membuka jalan menggunakan alat berat sehingga droping material dapat berjalan menggunakan pickup dan motor roda 2, dengan kerjasama anatara tni dan semangat gotong royong dari warga setempat TMMD ke-128 dapat berjalan lancar,” ungkapnya.
Selain material lanjut pria yang juga menjabat Dandim 0806/Ttrenggalek adalah ketersediaan air untuk pengecoran jalan. “Tidak sepenuhnya truk tangki yang kita gunakan mampu mengangkut air ke lokasi sasaran. Kalau terjadi hal seperti itu satu-satunya jalan ya dilangsir,” ungkapnya.
Karena hal itu, Dansatgas pun berusaha memaksimalkan anggotanya untuk berbagi tugas, “Alhamdulillah dengan kondisi medan yang berat ditambah cuaca yang tetiba hujan, akhirnya pengerjaan selesai,” ucapnya bangga.

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Semangat dari anggota Satgas TMMD lanjut Dansatgas, menjadi tantangan karena membayangkan masyarakat di Desa Sukorejo yang harus mengangkut hasil pertanian. Pria yang juga menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0806/Trenggalek ini lantas mengingatkan, TMMD ini juga bagian operasi bakti sesuai amanat undang-undang yang dilaksanakan Kodim bersama dengan Pemkab dan stakeholder lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu dia berharap pembangunan jalan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan infrastruktur dan meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di Desa Sukorejo.
“Ini bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pembangunan di pedesaan dan memperkuat kemanunggalan TNI dan masyarakat melalui TMMD ke-128 ini,” ujarnya.
Dan, dengan terpenuhinya kebutuhan vital berupa jalan yang menjadi impian warga ini, Dansatgas kembali mengingatkan agar berbagai program pembangunan lainnya dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Kemanunggalan TNI-Rakyat
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, SM, MM, merasakan, TMMD ke-128 merupakan kemanunggalan TNI dengan rakyat, dalam rangka membantu Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan akselerasi pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah tertinggal, terisolasi dan rawan bencana.
“Kita sangat terbantu dengan keberadaan TMMD ke 120 ini. Semoga dengan dibangunnya jalan, mampu meningkatkan kesejahteraan warganya. Dan jangan sampai lupa, apa yang sudah dibangun, terutama akses jalan dipelihara sehingga bias terus mempermudah akses trnaportasi untuk untuk meningkatkan ekonomi warga Desa Tanggaran,” tegasnya.
Hal itu pula yang melatari dipilihnya Desa Sukorejo sebagai lokasi TMMD. Diungkapkan Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, alasannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya yang dinilainya masih kurang.
"Kita memilih Desa Sukorejo sudah ada pertimbangan dari beberapa faktor yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini," kata Danrem.
Pamen TNI AD itu mengajak seluruh komponen masyarakat menyukseskan gelaran TMMD ke 126 dengan berpartisipasi dalam setiap kegiatan. “Kami mengajak seluruh masyarakat, mari kita sama-sama menyukseskan gelaran TMMD ke 128 ini. Semoga apa yang menjadi harapan kita bersama untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan dapat terwujud," tegasnya.

Bersatu Membangun Bangsa
Dan menurut Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, MA, bahwa TMMD merupakan aktualisasi budaya gotong royong yang melibatkan seluruh elemen bangsa untuk memajukan daerah tertinggal. “TMMD adalah salah satu cara TNI AD mengajak masyarakat untuk bersatu-padu membangun bangsa, terutama pada hal-hal yang belum tersentuh oleh program pemerintah dan membutuhkan percepatan, khususnya di bidang pembangunan,” kata Pangdam.
Pangdam menekankan kepada para komandan satuan (Dansat) untuk tidak menganggap TMMD sebagai perintah semata, tetapi juga sebagai amanah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Prajurit harus membaur dengan masyarakat dan keberadaan Satgas TMMD harus bisa dirasakan manfaatnya, terutama dalam mengatasi berbagai kesulitan dan keluhan yang ada di masyarakat,” pintanya.
TMMD ke-128 ini lanjutnya, juga sebagai wujud nyata sikap dan perilaku antara TNI dan rakyat yang menyatu, memberdayakan wilayah pertahanan, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan. Melalui TMMD ini, dapat berkesinambungan serta bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“TMMD ke-128 ini dapat menjadi momentum untuk mewujudkan program-program pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya di desa Sukorejo dan wilayah Kabupaten Trenggalek pada umumnya," pungkasnya.

Sasaran Fisik dan Nonfisik
Seperti diketahui, TMMD ke-120 berlangsung dari 22 April hingga 21 Juni 2026. Sebanyak 150 personel dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU), juga dibantu dari unsur Kepolisian, Pemkab, dan warga bekerjasama menyelesaikan dua sasaran, yakni fisik berupa perbaikan infrastruktur, dan non fisik yang menyasar pemberdayaan masyarakat, khususnya yang dapat memberikan manfaat sekaligus bisa dinikmati secara langsung.
Untuk sasaran fisik, selain eningkatan kualitas jalan sepanjang 772 meter lebar 2,5 m dengan metode rabat beton dan paving dengan rincian rabat beton sepanjang 320 m dan paving sepanjang 452 m, juga pembangunan tembok penahan jalan (TPT) sepanjang 146 meter yang terbagi dalam 8 titik lokasi pengerjaan, pembangunan gorong-gorong sebagai saluran pembuangan air sepanjang 10,8 m yang terbagi dalam 3 titik pengerjaan pembangunan, dan renovasi 1 jembatan dengan metode plat dikker dan pembangunan 1 jembatan
Kemudian program unggulan TNI AD berupa pembuatan 5 sumur bor, renovasi 9 rumah tidak layak huni, pembangunan 5 titik MCK, ketahanan pangan berupa tanam padi hemat air seluas 1 hektare, bersatu dengan alam dengan melaksanakan penanaman pohon sebanyak 100 pohon (pohon kelapa varietas unggul dan alpukat), pemberian bantuan 100 paket paket gizi bagi balita stunting, pembagian bantuan 50 paket gizi untuk ibu hamil, dan karya bakti pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial (pasar, masjid dan gereja)

Dan sasaran non fisik, penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan bahaya narkoba dan UU ITE, penyuluhan peradilan, bahaya kdrt dan bantuan hukum, pemeriksaaan kesehatan gratis dan pelayan KB gratis, pelatihan penaggulangan bencana dan penanganan kebakaran, pelatihan umkm berbasis IT dan pelatihan membangun desa wisata, pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair, penyuluhan kesehatan hewan ternak, penyuluhan wajib belajar 12 tahun, pelayanan publik berupa pembuatan BPJS, SIM, KTP, KK, akta kelahiran, program Meningdeh (makaryo ning deso hebat) bagi seluruh OPD Kabupaten Trenggalek.








