DPRD Kabupaten Blitar, Senin 8 September 2025. (Foto : Klikwarta.com)
Klikwarta.com, Blitar - Pasca peristiwa dibakarnya sejumlah ruangan dan fasilitas kantor DPRD Kabupaten Blitar beberapa hari yang lalu, pimpinan DPRD mengajak masyarakat untuk tidak termakan berita-berita hoax di sosial media serta ujaran hingga tindakan provokatif menuju arah anarkisme.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, mengatakan fleksibilitas akses informasi di berbagai platform sosial media menjadi tantangan perkembangan demokrasi di sektor informasi publik. Salah satu dampak tersebut jika tidak disikapi secara tepat, lahirlah peristiwa anormal yang merusak ketertiban umum.
"Terciptanya keamanan, proses pembangunan dan pelayanan publik akan dapat berjalan lancar dan masyarakat merasa terlindungi. DPRD Kabupaten Blitar akan terus mendorong program-program yang memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga," ujar Supriadi, Senin (8/9/2025).
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga merasa aman dan nyaman, sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” sambung dia.
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, saat memimpin patroli keamanan skala besar beberapa hari yang lalu menjelaskan bahwa patroli skala besar ini merupakan langkah strategis untuk mencegah potensi gangguan keamanan susulan.
“Patroli ini bertujuan memberi rasa aman bagi masyarakat. Kita juga mendorong warga untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Arif menekankan bahwa keamanan dan ketertiban bukan sekadar tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, potensi gangguan dapat dicegah sedini mungkin.








