Walikota Blitar Santoso Pimpin Upacara Hari Jadi Jawa Timur ke-78 di Kota Blitar
Klikwarta.com, Kota Blitar - Walikota Blitar Santoso memimpin upacara Hari Jadi Jawa Timur (Jatim) ke- 78 di halaman kantor Walikota Blitar, Selasa (17/10/2023).
Hadir pada kegiatan upacara Wakil Walikota Blitar Tjutjuk Sunario, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Blitar dan Sekretaris Daerah Kota Blitar Priyo Suhartono.
Peserta upacara diikuti sejumlah ASN, TNI, Polri, perwakilan organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
"Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengajak kita semua untuk merenungkan kembali sebuah motto yang tertera dalam lambang daerah Provinsi Jawa Timur 'Jer Basuki Mawa Beya'. Sebuah pepatah Jawa Timur yang bermakna sudah seharusnya setiap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup berawal dari pengorbanan, kerja keras dan upaya yang kita perjuangkan bersama untuk meraihnya," kata Santoso saat menyampaikan sambutannya.
Dikatakan Santoso, segala ikhtiar yang sungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang terbaik. Keberhasilan akan dicapai jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, tekun, bekerja secara total dan konsisten.
"Namun kerja adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh manusia untuk dapat mempertahankan kehidupan. Demikianlah makna filosofis paling gamblang dari motto Provinsi Jawa Timur tercinta," katanya.
"Mengapa berkali-kali saya menekankan pentingnya membangun SDM yang tangguh dan mampu menjadi game changer. Ke depan, kita menghadapi berbagai tantangan dan bahkan krisis yakni krisis kebutuhan energi yang sehat, tantangan mengejar kedaulatan pangan, kebutuhan pendanaan yang besar pada masa transisi, tantangan digital, serta dorongan masif dalam riset dan teknologi," sambung dia.
Menurut Santoso, semuanya membutuhkan perjuangan kolektif dalam kolaborasi bagi seluruh warga dan pemangku kepentingan yang ada di Jawa Timur. Semua prestasi, kebahagiaan dan kesejahteraan membutuhkan kerja dan pengorbanan.
"Lingkungan sosial yang kondusif bagi lahirnya talenta-talenta yang unggul dan daya cipta yang tinggi tentu membutuhkan hadirnya masyarakat di sekelilingnya yang hidup dalam kesetaraan. Baik secara sosial, politik dan ekonomi. Masyarakat yang pemimpin dan kelembagaannya peduli bagi pengentasan kemiskinan dan mereka yang berada pada lapis paling bawah," pungkasnya.
(Pewarta : Faisal NR)








