Sekretaris DPC PPP Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi
Klikwarta.com - Bakal calon (Balon) Wali Kota yang diusung DPC PPP (Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan) Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi mengaku, telah membuka kesempatan untuk membangun komunikasi politik dengan PKB dan PDIP.
Itu dilakukannya, mengingat PPP dalam pemilu legislatif tahun ini hanya memperoleh tiga kursi di DPRD Kota Blitar. Padahal, untuk bisa mengusung calon Walikota, partai politik minimal harus memiliki lima kursi. Karena itu, mengaharuskan partainya membangun koalisi dengan partai lain.
"Saat ini sedang menjalin komunikasi, karena kita menyadari bahwa kursi kita kan cuma tiga. Untuk bisa maju kan minimal lima. Maka, sejauh ini yang sudah kita ajak komunikasi baru PKB dan PDIP," jelas Nuhan Eko Wahyudi, Minggu (14/7/2019).
Dari kedua parpol tersebut yang sudah dibangun komunikasi politik, lanjut Nuhan, tren positif yang bakal bisa dilanjutkan untuk berkoalisi yakni PKB. Nuhan juga tidak menampik, apabila telah terbangun koalisi dengan partai lain, belum tentu juga jaminan bahwa PPP tetap mengusung bakal calon Walikota, bahkan atau hanya calon Wakil Walikota saja.
"Sementara kita masih bertahan di AG 1 (calon Walikota). Jadi target PPP tetap AG 1. Cuman politik ini kan selalu berubah. Artinya jika ada situasi politik yang berubah, kemudian kita harus AG 2 (calon wakil Walikota) itu tidak menutup kemungkinan," tukas Sekretaris DPC PPP Kota Blitar sekaligus anggota Komisi I DPRD Kota Blitar ini.
"Tetapi sampai saat ini yang sudah menyatakan siap maju menjadi calon hanya PPP. Kalau PKB dan PDIP masih malu-malu yah," imbuhnya.
Menanggapi keterangan Nuhan, Wakil Ketua Tanfidziyah DPC PKB Kota Blitar, Totok Sugiarto menandaskan, pihaknya membuka ruang lebar bagi partai manapun yang ingin membangun komunikasi politik membentuk koalisi mengusung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar pada Pilkada 2020 mendatang.
Sejauh ini, lanjut Totok, parpol yang sudah menjalin komunikasi politik dengan PKB ialah PPP dan PDIP. Kendati seperti itu, idealnya PKB dalam hal pengusungan calon Walikota masih menunggu perkembangan politik yang terus berjalan. Untuk itu, PKB, kata dia, akan membuka peluang bagi siapapun untuk membangun koalisi.
"Secara prinsip kita buka lah. Bahwa semuanya masih memungkinkan. Ada koalisi PDIP, PKB, PPP. Atau PPP, PKB mungkin saja. Atau dengan Gerindra dan Demokrat juga bisa. Nunggu perkembangan lah," seru Totok. (Faisal)








