Plt Walikota Blitar Drs. H. Santoso M.Pd.
Klikwarta.com, Blitar - Plt Walikota Blitar Drs. H. Santoso, M.Pd. dijadwalkan menyampaikan Tanggapan atas Pandangan Umum (PU) fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar perihal Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kota Blitar tahun 2020.
Penyampaian tanggapan terhadap PU fraksi itu disampaikan Plt Walikota Santoso, pada forum rapat paripurna DPRD Kota Blitar yang digelar di ruang Paripurna DPRD Kota Blitar, hari Senin (28/10/2019). Ada empat belas tanggapan yang disampaikannya, salah satu yang sangat ia tekankan dari sejumlah tanggapan itu terkait infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan.
Santoso menilai semua masukan yang disampaikan sejumlah fraksi di dewan mayoritas bernuansa konstruktif dan penuh optimisme. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, kata dia, menyambut positif seluruh saran maupun rekomendasi dewan terhadap postur rencana anggaran tahun 2020 sekaligus percepatan realisasi pembanguan infrastruktur yang notabe musti dirampungkan tahun ini.
"Kita terimakasih atas saran dan masukan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi. Memang untuk pekerjaan-pekerjaan proyek fisik, ada beberapa yang harus kita percepat, karena rata-rata selesainya akhir tahun 2019. Jangan sampai nanti ada keterlembatan dalam penyelesaian, paling tidak sesuai dengan yang direncanakan," jelas Plt Walikota Santoso saat dihubungi klikwarta.com di komplek DPRD Kota Blitar.
Melihat perencanaan anggaran di tahun 2020, Santoso menyebut anggaran untuk keperluan proyek renovasi dan pembangunan sejumlah infrastruktur masih akan menjadi prioritas. Selanjutnya, pos anggaran dialokasikan untuk sektor pendidikan dan kesehatan.
Menjadi prioritas, mengingat pembangunan proyek fisik seperti pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di lahan bekas kantor kelurahan Bendo, kelurahan Pakunden dan Kelurahan Rembang saat ini masih tahap awal pembangunan. Kemudian juga ada pembangunan taman Jas Merah di Aloon-Aloon Kota Blitar, dan rencana pembangunan kawasan seperti jalanan di Malioboro Yogyakarta, yang rencananya akan dibangun di sepanjang jalan sebelah timur Aloon-Aloon Kota Blitar.
Sementara untuk pembangunan proyek fisik yang harus dirampungkan tahun ini, ialah renovasi Pasar Legi. Dimana pembangunan pasar yang terbakar pada tahun 2016 lalu saat ini terus dikebut. Untuk itu, lanjut Santoso, pengerjaan beberapa proyek infrastruktur tersebut harus mendapatkan perhatian khusus oleh Pemkot Blitar agar kepentingan masyarakat atas pemfungsian infrastruktur itu bisa benar-benar segera terjadi.
"Proyek-proyek fisik yang lambat ini harus dipercepat. Disamping itu pekerjaan di P-APBD sehingga waktunya singkat. Nah, upaya kita Pemkot Blitar ialah memaksimalkan tim penganggaran daerah yang mengevalusi seluruh agenda yang dilakukan ini agar tidak terjadi keterlembatan," tandasnya.
(Faisal / Hms / Adv)








