Revitalisasi 809 Sekolah di NTT Dimulai, Memperkuat Pendidikan di Wilayah Timur

Senin, 04/05/2026 - 18:42
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

Klikwarta.com, Kota Kupang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen melanjutkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di seluruh wilayah Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bersama Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wali kota Kupang, Christian Widodo, menandai dimulainya revitalisasi 2026 NTT dengan meletakkan batu pertama di TK Kristen Kota Kupang, Senin (4/5).

"Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Provinsi ini termasuk ke dalam prioritas revitalisasi karena di dalamnya terdapat sejumlah sekolah di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) dan juga dalam rangka memenuhi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk Wajib Belajar 13 Tahun," ungkap Abdul Mu'ti, di Kota Kupang.

Menteri Mu'ti menambahkan, pembangunan revitalisasi TK Kristen Kota Kupang akan berlangsung selama empat bulan, sehingga pada Agustus 2026 seluruh guru dan murid TK sudah bisa menggunakan fasilitas gedung baru. "Semoga dengan pembangunan ini kegiatan belajar mengajar dan kualitas pendidikan di NTT menjadi lebih baik lagi. Kalau kualitas pendidikannya meningkat, juga akan berdampak ke peningkatan sumber daya manusia (SDM) di NTT," tutur Menteri Mu'ti.

Sementara itu, rasa terima kasih dan kata syukur turut diungkapkan oleh Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje Rosaline Padaleti. Ia bercerita bahwa sekolahnya telah berdiri sejak tahun 1958 dan telah melahirkan banyak alumni yang hebat.

Nortje sangat bersyukur sekolahnya kini mendapatkan bantuan revitalisasi tahun 2026. Dengan rasa haru, ia menuturkan selama ini sekolahnya sangat terbantu oleh Gereja Masihi Injili di Timor (GMIT) beserta jemaatnya, bahkan ruang kelas yang digunakannya pun adalah salah ruang untuk ruang istirahat penjaga gereja. Lebih dari itu, untuk mempromosikan TK, ia sesekali mengumumkan informasi kegiatan TK pada proses liturgi di GMIT.

"Seluruh warga sekolah kami sangat bahagia. Selain datangnya Menteri Mu'ti ke sini, kami bersyukur sekolah kami menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Doa kami semoga gedung baru nanti menjadi semangat baru dan membuat murid kami semakin senang untuk bersekolah," ujar Nortje.

Harapan Orang Tua Murid untuk Revitalisasi dan Wajib Belajar 13 Tahun

Dalam suasana suka cita, aktivitas belajar di TK Kristen Kota Kupang semakin berwarna dengan kedatangan Mendikdasmen. Semua murid menyambut kedatangan Menteri Mu’ti dengan meriah. Mereka menyanyikan lagu Rukun Sama Teman sambil bertepuk tangan. 

Salah orang tua murid TK, Hamida Arifin, mengatakan bahwa TK Kristen Kota Kupang merupakan salah satu TK yang memiliki mutu pendidikan yang baik, khususnya di Kota Kupang. Selama bersekolah, anaknya mengalami kemajuan yang pesat, seperti sudah bisa menulis, mandiri bersekolah, dan pandai berhitung.

Setelah mendapatkan kabar soal revitalisasi, Hamida dan orang tua murid lainnya merasa sangat senang dan bersyukur. Ia berharap, hadirnya gedung dan beserta fasilitas bermain baru nantinya membuat TK Kristen Kota Kupang semakin meningkat mutu pendidikannya.

"Sebagai orang tua saya sangat mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun karena terbukti anak saya sudah memiliki banyak pertumbuhan selama bersekolah. Anak saya senang ke sekolah, bermain bersama teman-temannya, dan di sini juga sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG)," terang Hamida.

Selain itu, orang tua murid lainnya, Ryan Rudolf Lewo, merasa bahwa program revitalisasi sangat tepat sasaran untuk TK Kristen Kota Kupang. Menurutnya, revitalisasi membawa harapan baru untuk memantik orang tua kepada program Wajib Belajar 13 Tahun.

"Anak saya ini sudah hampir satu tahun sekolah di sini. Saya melihat perjuangan guru dan kepala sekolah untuk bisa meningkatkan mutu di tengah segala keterbatasan. Semoga revitalisasi ini berjalan lancar dan anak-anak segera bisa menikmati fasilitas baru," tutup Ryan.

TK Kristen Kota Kupang merupakan salah satu dari 809 satuan pendidikan penerima revitalisasi di NTT tahun 2026. Revitalisasi di TK ini meliputi pembangunan dua ruang kelas, satu ruang administrasi, toilet, dan Alat Peraga Edukatif (APE) dengan total bantuan lebih dari Rp860 juta.

Secara keseluruhan, Provinsi NTT menerima bantuan revitalisasi tahun 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp630 miliar untuk 809 satuan pendidikan. Per April 2026, sebanyak 9 satuan pendidikan telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan 800 sekolah lainnya dalam proses PKS. (**)

Berita Terkait